Ujian Nasional UNBK 2020 Ditiadakan, Berikut 2 Penentu Kelulusannya!

Ujian Nasional – Satu lagi efek dari penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang dirasakan oleh masyarakat luas, yakni pembatalan Ujian Nasional (UN). DPR bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyepakati pelaksanaan Ujian Nasional (UN) ditiadakan untuk melindungi siswa dari Virus Corona. Kesepakatan ini diambil mengingat didasarkan atas penyebaran Virus Corona yang kian massif di Indonesia. Padahal jadwal UNBK SMA dan SMP sebentar lagi akan dilaksanakan, yakni pada tanggal 30 Maret dan akhir April mendatang. Di samping itu, DPR dan Kemendikbud juga telah menghasilkan keputusan mengenai rujukan kriteria kelulusan sebagai pengganti UN yang ditiadakan. Untuk info lebih jelasnya, dirimu bisa simak inormasi di bawah ini.

Berikut 2 Penentu Kelulusan Dikarenakan Ujian Nasional Ditiadakan

Ujian nasional
media-origin.kompas.tv

 

Keputusan untuk meniadakan Ujian Nasional (UN) dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah guna mencegah mewabahnya Virus Corona (Covid-19). Keputusan meniadakan UNBK ini pun disepakati bersama 4 pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Komisi Pendidikan (X). Sebagai gantinya, Kemendikbud pun sedang mengkaji opsi pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai pengganti UN. Kendati demikian opsi tersebut hanya akan diambil jika pihak sekolah mampu menyelenggarakan USBN secara daring. Jika USBN via daring tidak dapat dilakukan, maka muncul opsi terakhir penentu kelulusan akan dilakukan dengan menimbang nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah. Berikut Mamikos berikan info lebih banyaknya seputar 2 kategori penentu kelulusan pengganti UN.

1. Akumulasi nilai rapor

Sebagai pengganti Ujian Nasional (UN), pemerintah memutuskan akumulasi nilai rapor peserta UN akan jadi rujukan kelulusan. Sementara hasil UN SMK yang telah digelar selama empat hari, mulai Senin 16 hingga Kamis 19 Maret 2020 pekan lalu tetap akan dijadikan standar kelulusan.

2. USBN secara daring

Opsi meniadakan UN untuk sekolah menengah, dasar dan madrasah hanya akan diambil jika pihak sekolah menjamin mampu menyelenggarakan USBN secara daring. Ini berarti sekitar 1 juta siswa SMA, SMK, SMP, dan Madrasah akan menyelesaikan soal UN di rumah masing-masing. Kabarnya, total peserta UN di Indonesia mencapai 7.072.442 peserta dari total 85.959 unit sekolah penyelaggara di 531 kabupaten kota di 34 provinsi. Namun, jika pihak sekolah tidak dapat menggelar pelaksanaan USBN secara daring ini maka USBN pun akan dibatalkan. Alasannya cukup jelas, unit komputer soal UN dan server penyimpan dan pengelola jawaban soal UN berada di 99.048 Server Sekolah (Utama).

Oke, itu tadi sedikit informasi seputar Ujian Nasional 2020 yang ditiadakan. Ujian Nasional ditiadakan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau setingkat Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau setingkat Madrasah Tsnawiyah (MTs), dan Sekolah Dasar (SD) atau setingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Paling lambat, Selasa (24/3/2020) atau empat hari sebelum penyelenggaraan UN SMA dan madrasah yang digelar Senin (30/3), keputusan teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dijadwalkan keluar. Jika dirimu masih memiliki pertanyaan lainnya seputar Ujian Nasional, dirimu bisa gali informasi lebih banyak lagi melalui situs blog Mamikos. Buat dirimu yang berencana ingin merantau ke luar kota untuk menempuh pendidikan, maka jangan lupa untuk download aplikasi Mamikos di ponsel dirimu ya! Di aplikasi Mamikos dirimu akan dengan mudah menemukan informasi seputar kost-kostan, sewa apartemen, hingga sewa rumah kontrakan dengan mudah yang bisa menjadi tempat tinggal dirimu nantinya.

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu:

Loading...


Sumber: Mamikos

Loading...
loading...
close