Tuntunan Sholat Berjamaah

Sebelumnya Sholat Makmum yang Ketinggalan nah kali ini Guru Madrasah akan menuliskan Tuntunan sholat Berkamaah baik bagi makmum atapun bagi iman dan hal – hal yang berkaitan dengan sholat berjamaah.

Materi lain Silahkan sanggup di baca juga perihal Tuntunan Wudlu dan Belajar Tajwid

ARTI SHOLAT BERJAMAAH

 

Sholat berjamaah ialah sholat yang dikerjakan secara bersama – sama, paling sedikit terdiri dari dua orang dengan ketentuan satu jadi imam dan satu lagi menjadi makmum. Sholat berjamaah sanggup dikerjakan di rumah bersama anak istri namun sebaiknya di kerjakan di mesjid, sebagian ulama menyampaikan wajib sholat berjamaah di mesjid bagi laki – laki.

Sholat berjamaah pahalanya lebih banyak daripada sholat sendirian sebagai mana sabda Nabi Muhammad berikut ini, yang artinya :

“Shalatnya seorang laki-laki berjamaah pahalanya 25 derajat dibanding sendirian di rumah atau di pasar, yang demikian itu sebab kalau ia berwudhu dengan tepat kemudian ia keluar rumah dengan satu tujuan shalat berjamaah di masjid, maka setiap langkahnya mengangkat satu derajat dan diampuni satu dosanya, dan selama ia di majelis shalat tanpa hadats didoakan para malaikat, “Ya Allah, ampunilah ia dan rahmatilah ia”, dan dianggap mengerjakan shalat sepanjang menunggu waktu shalat” (HR. Bukhari dan Muslim).

KUTAMAAN SHOLAT BERJAMAAH

 


Sholat berjamaah banyak sekali keutamaanya menyerupai yang pernah saya tuliskan sebelumnya disini Sholat Berjamaah Atau Sendirian dalam goresan pena tersebut Guru Madrasah menuliskan banyak sekali macam keutamaan sholat berjamaah diantaranya sebagai berikut :

”Maka tidak ada seseorang yang bersuci dan ia sempurnakan wudunya kemudian ia berjalan ke masjid diantara masjid-masjid ini kecuali Allah SWT mencatat bagi setiap langkah menjadi kebaikan yang mengangkat derajatnya dan bagi setiap langkah yang diturunkannya menjadi penghapus kesalahannya.”

“Maukah kalian saya tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah akan menghapuskan dosa dan mengangkat derajat ?” Para shahabat berkata : “Tentu, Ya Rasulullah”, Beliau bersabda ” dan memperbanyak langkah menuju ke masjid ” (HR. Muslim) 

“Barang siapa yang menuju ke masjid untuk shalat berjama’ah maka setiap langkahnya menghapuskan dosa dan ditulis padanya satu kebaikan baik ketika ia pergi maupun ia kembali” (HR. Ahmad)

“Apabila salah seorang dari kalian duduk untuk menunggu shalat di masjid maka ia senantiasa dalam keadaan shalat selama ia tidak berhadats (dan) para malaikat akan mendo’akannya : “Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah rahmatilah dia” (HR. Muslim)

Baca Juga  Panduan Sholat Istikhoroh

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang pagi dan sorenya selalu pergi ke masjid pasti Allah akan menyediakan baginya nirwana sebagai daerah istirahat setiap pagi dan sore.” (H.R. Ahmad dan Syaikhani)

Rasulullah SAW bersabda: “Masjid ialah rumah setiap orang yang bertaqwa. Dan AlIah menjamin orang yang menyebabkan masjid sebagai rumahnya dengan kesenangan, rahmat dan akomodasi dalam melintasi titian (shirath,) hingga hingga kepada keridhaan Allah, yaitu surga.” (H.R.At Thabrani)

Lebih lengkapnya silahkan sanggup di buka halaman berikut ini  Solat Sendiri Atau Berjamaah 
sebab keutamaan sholat berjamaah itu banyak sekali.

BINGBINGAN SHOLAT BERJAMAAH

 

Sholat berjamaah menyerupai di sebutkan di atas ialah sholat yang dipimpin oleh seorang imam yang tempatnya berada di depan dan diikuti oleh makmum yang tempatnya di belakang. Makmum boleh sendiri dan maksimalnya tidak terbatas.
Apabila makmum hanya satu orang maka posisi makmum berada di sebelah kanan imam, kalau makmum ada dua orang maka posisi makmum satu berada di sebelah kanan dan satu lagi berada di sebelah kiri imam. Jika tiga orang atau lebih maka makmum berda di belakang menyesuaikan dengan rapih.

Apabila  makmum terdiri dari laki – laki dan wanita dan anak – anak, maka susunan shafnya ialah sebagai berikut :

1. Imam
2. Shaf laki – laki baligh
3. Shaf anak laki – laki
4. Shaf anak perempuan
5. Shaf Perempuan baligh

Makmum harus mengikuti semua gerakan imam, artinya makmum dihentikan mendahului imam, makmum harus tunduk pada imam sholat.
Sebagai pola misalakan imam ruku maka makmumpun harus ruku dihentikan pribadi sujud dan seterusnya. Lihat Gerakan Sholat.

KETENTUAN IMAN DAN MAKMUM





Dalam sholat berjamaah tidak setiap orang sanggup menjadi imam untuk orang lain, untuk itu berikut ketentuan menjadi imam dan makmum

Baca Juga  Macam - Macam Sholat Sunat

1. Laki – Laki bermakmum kepada laki – laki
2. Perempuan makmum kepada perempuan
3. Perempuan Makmum kepada laki – laki
4. Banci makmum kepada laki – laki
5. Prempuan boleh makmum pada banci

6. Tidak boleh laki – laki bermakmum kepada banci
7. Tidak boleh laki – laki bermakmum pada perempuan
8. Tidak boleh Banci bermakmum pada banci
9. Tidak boleh bencong bermakmum pada perempuan
10. Tidak boleh orang yang cerdik membaca Al qur an bermakmum pada orang yang tidak sanggup membaca Al qur an.

Seperti itulah ketentuan menjadi imam dan makmum.

BACAAN NYARING DAN PELAN DALAM BERJAMAAH

Dalam sholat berjamaah ada bacaan – bacaan yang dinyaringkan oleh imam dan ada bacaan – bacaan yang tidak di nyaringkan oleh imam. Berikut bacaan – bacaan yang dinyaringkan dan tidak dinyaringkan oleh imam.

1. Bacaan Allohu Akbar pada dikala takbiratul ihram dan pada dikala pergantian gerakan
2. Bacaan Surat Alfatihah dan surat dalam alqur’an pada rakaat ke 1 dan 2 pada sholat Shubuh, Magrib, Isya, Sholat Jumat
3. Bacaan bangun dari Ruku yaitu Sami Allohulimanhamidah
4. Bacaan Salam dikala simpulan sholat.

SYARAT SYAH BERJAMAAH

Sebelumnya Guru Madrasah pernah menuliskan melihat sholat makmum yang ketinggalan sebaimana sudah disebutkan diawal goresan pena dimana pada sholat tersebut ada makmum yang mebalap imam atau mengejar ketiggalan gerakan dan rakaat, nah apakah hal tersebut termasuk dalam berjamaah?

Nah berikut Sarat Syah Sholat Berjamaah

1. Memiliki niat yang sama dengan imam,

Maksudnya ialah kalau imam niat sholat subuh maka makmumpun niatnya sholat subuh bukan sholat dzuhur. Dan seterusnya. Niatnya harus sama yang mebedakan ialah satu niat jadi imam dan satunya lagi niat jadi makmum.

Baca Juga  Mengingat Kembali Problem Najis

2. Mengetahui segala gerakan yang dikerjakan imam

Jangan hingga bermakmum di rumah sementara imamanya di mesjid.

3. Jangan ada dinding yang menghalagi anatara imam dan makmum

4. Jangan mendahului imam dalam takbir dan gerakan dan jangan pula ketinggalan sehingga terhalang oleh satu gerakan.

Misalnya makmum lebih dulu takbiratul ihram daripada imam. Maka hal ini dihentikan tidak syah berjamaahnya.
Atau misalkan sebab lambatnya gerakan makamum, imam sudah sujud makmum masih saja membaca alfatihah. Hal ini tidak syah berjamaahnya.

MAKMUM MASBUQ

Makmum masbuq atau makmum ketinggalan salah satu contonya sanggup di lihat disini Makmum Ketinggalan yang sudah saya sampikan tadi.
Ada beberapa ketentuan dalam mengikuti imam dikala mejadi makmum yang ketinggalan, yaitu :

1. Jika seorang makmum masbuq mendapati imam sebelum ruku atau sedang ruku dan ia sanggup ruku dengan sepurna bersama imam, maka orang tersebut telah mendapat satu rakaat.
2. Jika makmum masbuk kekurangan rakaat, sesudah imam selesai maka makmum masbuk menambah rakaatnya sesudah imam salam
3. Jika makmum masbuq mendapati imam tasyahud simpulan atau atahyat akhir, maka tidak dihitung sebagai satu rakaat.

Sabda Nabi Muhammad SAW.

Artinya :
Apabila seseorang diantara kau tiba sholat, sewaktu kami ( rosul) sujud, maka hendaklah kau bersujud, dan jangan kau hitung satu  rakaat, dan barang siapa yang mendapati ruku beserta imam maka ia telah mendapat sat rakaat (HR Abu Daud)

Demikain Tuntunan Sholat Berjamaah yang sanggup Guru Madrasah bagikan gampang – mudahan penuh manfaat.

Silahkan boleh di bagikan Jika bermanfaat.

Sumber :
https://www.gurumadrasah.web.id//search?q=melihat-solat-makmum-yang-ketiggalan
Risalah Sholat Lengkap Disertai Doa Wirid Pilihan dan Hikmah – Hikmahnya Ust Maftuh Ahnan
Rujukan lain perihal sholat berjamaah sanggup di baca di sini
https://muslimafiyah.com/10-alasan-kenapa-laki-laki-harus-shalat-berjamaah-di-masjid.html

loading...