Puasa Syawal Dulu Atau Puasa Kadha Dulu?

Beberapa hari Guru Madrasah puasa di Bandung, mengikuti aneka macam acara yang ada disekitar daerah tinggal  di Bandung.
Kegiatan yang di ikuti mirip tarawih, sholat berjamaah dan kultum sesudah sholat subuh.

Berbagai macam bahan yang disampaikan dikala kultum sesudah sholat subuh cukup banyak, diantaranya mirip malam lailatul qadar, wacana sabar, saum dan lain – lain.

Merupakan pelajaran yang sangat berharga sekali bagi Guru Madrasah dalam program kultum tersebut.

Meski kultum ternyata banyak pertanyaan dalam program tersebut, salah satu yang bertanya yakni muncul dari ibu – ibu dikala pembahasan saum kadha.

Loading...

Ibu – Ibu  : ” Pak ustadz lebih dulu mana saum syawal atau kadha?”

Pak ustad sedikit memberi jeda dengan berkata: ” pertanyaan yang sangat manis sekali.”
Lajut pak ustazd :” Makara untuk melakukan saum yang mana dulu, itu boleh yang mana saja yang di halukuan, terserah bergantung niat ibu. Mau saum kadha dulu silahkan, mau saum syawal dulu silahkan. Tidak ada larangan, hanya saja ketika kita saum ramadhan lalu di ikuti 6 hari dibulan syawal maka ibaratkan saum selama satu tahun.

Makara bila ingin mendapat keutamaan tersebut maka kita selesaikan semuanya dalam bulan tersebut.
Qadha terlebih dahulu alasannya yakni itu yakni hutang sedangkan hutang itu wajib di bayar, gres lalu puasa syawal. Demikian Ibu.”

Begitulah balasan pak ustazd dikala menjawab pertanyaan ibu – ibu seputar puasa qadha dan puasa syawal.
Karena memang program tersebut yakni program kultum, tidaqk begitu banyak yang di sampaikan.
Namun demikian rasanya sudah cukup untuk menjawab pertanyaan ibu tersebut.

Demikian pembahasan puasa syawal dulu atau qadha dulu Semoga bermanfaat.

Loading...
loading...
close