Perubahan Ketentuan SNMPTN dan SBMPTN 2020/2021, Calon Maba Wajib Baca!

Perubahan Ketentuan SNMPTN dan SBMPTN 2020/2021, Calon Maba Wajib Baca! – Sudah tahu dengan perubahan ketentuan untuk masuk PTN tahun ini?. Ternyata ada beberapa perubahan pada jalur masuk SNMPTN dan SBMPTN. Jika anda sudah duduk di kelas 12 dan ingin meneruskan studi ke jenjang lebih tinggi, informasi ini akan sangat membantu.

Perubahan Ketentuan SNMPTN dan SBMPTN 2020/2021, Calon Maba Wajib Baca!

Beragam Jalur Masuk PTN


Proses penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi sebenarnya dilakukan melalui tiga jalur. Pertama, jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN). Jalur ini tidak bisa dipilih semua siswa karena prosesnya ditentukan sekolah. Kedua, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Terakhir, adalah Jalur Mandiri di masing-masing PTN dengan waktu pelaksanaan bervariasi.

Perbedaan proses penerimaan berpengaruh terhadap kuota mahasiswa yang akan diterima. Misalnya saja pada jalur SNMPTN kuota minimum yang diberikan adalah 20 persen daya tampung PTN. Pada jalur SBMPTN diberikan porsi kuota paling besar, yaitu kuota minimum 40 persen daya tampung PTN. Kuota yang diberlakukan untuk seleksi mandiri adalah 30 persen dari daya tampung PTN.

Perubahan Ketentuan SNMPTN dan SBMPTN

Perubahan pada ketentuan SNMPTN dan SBMPTN mencakup 4 poin penting. Perubahan dilakukan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Lembaga tersebut memang memiliki peran penting sebagai penyelenggara tes masuk. Perubahan-perubahan yang dilakukan antara lain:

1. Sistem Peringkat Dilakukan Sekolah


Jika pelaksanaan SNMPTN tahun 2019 dilakukan berdasarkan data pendidikan, pelaksanaan SNMPTN tahun ini diubah. Sistem pemeringkatan dilakukan pihak sekolah melalui Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Alasannya, sekolah yang lebih paham dan mengetahui seluk beluk siswa siswinya, sehingga diharapkan lebih objektif. Selain itu, pihak yang dekat pada siswa, seperti orang tua dan masyarakat dapat melakukan pemantauan.

Sistem peringkat yang dilakukan sekolah tidak sama antara satu sekolah dengan sekolah lainnya. Hal tersebut dikarenakan faktor akreditasi sekolah. Bagi sekolah yang sudah mendapatkan akreditasi A, maka sekolah tersebut bisa mengirimkan 40 persen siswa terbaiknya. Jika sekolah memiliki akreditasi B, maka sekolah tersebut bisa mengirimkan 25 persen siswa terbaiknya. Sekolah dengan akreditasi C bisa mengirimkan 5 persen siswa-siswinya.

2. Siswa Bisa Mengikuti UTBK Sekali


Jika tahun 2019 lalu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2019 bisa dilakukan dua kali, tahun ini kebijakannya berbeda. UTBK memang berperan penting untuk menentukan nilai yang bisa digunakan mendaftar ke Perguruan Tinggi yang diinginkan. Sayangnya UTBK tahun 2020 hanya dapat dilakukan sekali saja.

Perubahan aturan UTBK didasarkan banyak pertimbangan. Berdasarkan hasil ujian pertama dan kedua, terlihat bahwa perbedaan nilai tidak terlalu signifikan. Bahkan, ada siswa yang mengalami penurunan nilai pada tes kedua. Tahun 2020 ini siswa bisa mengikuti jenis tes sesuai kelompok yang diinginkan, seperti Saintek, Soshum, atau keduanya.

Hasil UTBK 2020

Pelaksanaan UTBK tahun 2020 nanti akan memakan waktu kurang lebih satu minggu. Siswa bisa memilih satu diantara 14 sesi yang ditawarkan. Setiap hari akan ada 2 sesi yang diberikan. Untungnya UTBK dilakukan di 74 tempat yang khusus ditunjuk untuk UTBK PTN. anda yang berasal dari luar kota pun tidak perlu khawatir apabila hendak mengikuti ujian.

Hasil UTBK 2020 hanya bisa digunakan untuk mahasiswa baru tahun 2020. Selain itu, hasil UTBK 2020 juga dipakai PTN ketika melaksanakan jalur mandiri 2020. Jadi, anda tidak perlu melakukan tes berulang kali. Perhatikan cara mendaftar UTBK berikut agar proses pendaftaran di PTN menjadi mudah.

Cara Mendaftar UTBK 2020

a. Buka website https://pendaftaran- utbk. sbmptn.ac.id
b. Gunakan NISN dan NPSN agar anda bisa mendapatkan username dan password
c. Upload pas foto berwarna terbaru dengan pose resmi
d. Isikan data yang diminta, seperti jenis ujian dan sesi ujian yang anda inginkan
e. Isikan pula lokasi Pusat UTBK PTN
f. Setelah semua data terisi lengkap, anda akan mendapatkan slip pembayaran UTBK
g. Lakukan pembayaran ke bank yang ditunjuk, seperti Bank Mandiri, Bank BNI, atau Bank BTN. Pendaftar melalui jalur bidikmisi tidak diharuskan melakukan pembayaran dan sudah mendapatkan keringanan
h. Pastikan untuk membayar sesuai nominal tertera maksimal 1 x 24 jam
i. Lakukan login ke website https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id
j. Cetak kartu peserta UTBK menggunakan kertas yang agak tebal agar tidak mudah rusak.
k. Baca kembali jadwal UTBK yang tertera pada kartu ujian
l. Ikutilah UTBK sesuai dengan waktu yang sudah anda pilih
m. Bawa persyaratan yang diminta. Bagi anda lulusan sekolah SMA/MA/SMK/Sederajat tahun 2018 atau 2019, anda perlu membawa ijazah. Siswa SMA/MA/SMK/Sederajat yang lulus tahun 2020 diwajibkan membawa Surat Keterangan Identitas Pelajar dari sekolah.

3. Peserta Wajib Memiliki Akun LTMPT


Akun LTMPT perlu dimiliki calon peserta yang akan mengikuti ujian SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020. Kebijakan SSO atau Single Sign On juga diterapkan sebagai tahapan awal ketika melakukan pendaftaran SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020.

Akun LTMPT wajib dibuat dengan melakukan registrasi melalui website https://portal.ltmpt.ac.id. Perhatikan waktu yang ditentukan untuk proses registrasi. Registrasi untuk PDSS dilakukan pada 2 Desember 2019 – 7 Januari 2020. Registrasi untuk UTBK dan SBMPTN akan dilakukan pada 7 Februari – 5 April 2020. Agar tidak lupa dengan jadwal pelaksanaan ujian, buatlah pengingat di ponsel. anda juga bisa membuat kalender khusus agar update informasi senantiasa tercatat.

4. Perubahan Bidikmisi menjadi KIP-K


Tidak semua siswa yang hendak mendaftar SNMPTN berasal dari keluarga menengah ke atas. Jika ada siswa yang berasal dari kalangan menengah ke bawah, terdapat bantuan yang diberikan pemerintah. Tahun 2019 lalu, program tersebut dinamakan bidikmisi, sedangkan tahun 2020 bantuan diberikan dengan nama Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Program ini juga disebut Afinnasi Pendidikan Daerah 3T (ADik).

Pemerintah ingin menjamin siswa yang berprestasi agar tetap bisa melanjutkan studinya. Program bantuan biaya kuliah ini bisa diakses detailnya melalui website http://kip-kuliah.kemdikbud.go.id dan http://adik.kemdikbud.go.id.

Demikian informasi perubahan ketentuan SNMPTN dan SBMPTN 2020 yang wajib dibaca maba. anda bisa mulai menentukan program studi tujuan yang akan dipilih ketika ujian nanti. Tidak perlu mengkhawatirkan masalah lokasi kampus apabila hendak merantau. Biasanya, calon mahasiswa baru masih mempertimbangkan masalah hunian karena akan belajar hidup jauh dari orang tua.

Kini ada aplikasi rumah kost terbaik Mamikos yang bisa diunduh gratis via ponsel. Tanpa harus survey ke dekat kampus, anda bisa survey online via aplikasi Mamikos. Harga kost murah di dekat kampus hingga fasilitasnya pun sudah tertera. Apabila sudah yakin dengan kost yang akan dipilih, langsung saja lakukan booking kost di Mamikos. Kamar yang anda inginkan pun aman sampai anda menempatinya.

Klik dan dapatkan kost yang anda idamkan:


Sumber: Mamikos

Loading...
loading...
close