Perbedaan Kualitatif Kuantitatif – Pengertian, pendekatan, jenis, Penelitian, Desain

Perbedaan Kualitatif Kuantitatif – Pengertian, pendekatan, jenis, Penelitian, Desain : Kualitatif Adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Kuantitatif Adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena social.

 Kualitatif Adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terha Perbedaan Kualitatif Kuantitatif –  Pengertian, pendekatan, jenis, Penelitian, Desain
Pengertian penelitian kuantitatif dan kualitatif

 

Pengertian Penelitian Kualitatif

Adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Metode penelitian ini lebih suka menggunakan teknik analisis mendalam ( in-depth analysis ),


yaitu mengkaji masalah secara masalah perkasus lantaran metodologi kulitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya. Tujuan dari metodologi ini bukan suatu generalisasi tetapi pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Penelitian kualitatif berfungsi memperlihatkan kategori substantif dan hipotesis penelitian kualitatif.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Akhlak – Tujuan, Jenis, Ruang, Lingkup, Faktor, Karimah, Perbedaan


Pengertian Penelitian Kuantitatif

Adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena social. Untuk sanggup melaksanakan pengukuran, setiap fenomena social di jabarkan kedalam beberapa komponen masalah, variable dan indicator. Setiap variable yang di tentukan di ukur dengan memperlihatkan symbol – symbol angka yang berbeda – beda sesuai dengan kategori informasi yang berkaitan dengan variable tersebut. Dengan menggunakan symbol – symbol angka tersebut,


teknik perhitungan secara kuantitatif matematik sanggup di lakukan sehingga sanggup menghasilkan suatu kesimpulan yang belaku umum di dalam suatu parameter. Tujuan utama dati metodologi ini ialah menjelaskan suatu masalah tetapi menghasilkan generalisasi. Generalisasi ialah suatu kenyataan kebenaran yang terjadi dalam suatu realitas perihal suatu masalah yang di perkirakan akan berlaku pada suatu populasi tertentu.


Generalisasi sanggup dihasilkan melalui suatu metode asumsi atau metode estimasi yang umum berlaku didalam statistika induktif. Metode estimasi itu sendiri dilakukan berdasarkan pengukuran terhadap keadaan konkret yang lebih terbatas lingkupnya yang juga sering disebut “sample” dalam penelitian kuantitatif. Jadi,


yang diukur dalam penelitian gotong royong ialah belahan kecil dari populasi atau sering disebut “data”. Data ialah referensi konkret dari kenyataan yang sanggup diprediksikan ke tingkat realitas dengan menggunakan metodologi kuantitatif tertentu. Penelitian kuantitatif mengadakan eksplorasi lebih lanjut serta menemukan fakta dan menguji teori-teori yang timbul.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Sistem Pemerintahan 2 Kamar Beserta Contohnya


Perbedaan Metode Kuantitatif dan Kualitatif

Loading...

Penelitian yaitu proses yang dilakukan secara terstruktur dan mempunyai metode yang ilmiah untuk membuatkan ilmu pengetahuan itu sendiri yang hasilnya sanggup disampaikan dan diuji oleh peneliti lain. Dalam penelitian terdapat dua pendekatan yang sering digunakan oleh para peneliti yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif.


Pendekatan kuantitatif dan kualitatif mempunyai perbedaan baik itu dari segi dasar, karakter, dan proses pendekatan itu sendiri (Williams dalam Musianto L.S., 2002). Metode kuantitatif lebih berakar pada paradigma tradisional, positivistik, eksperimental atau empiricist. Metode ini berkembang dari tradisi pemikiran empiris Comte, Mill, Durkeim, Newton dan John Locke. Pendekatan kuantitatif mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian yang harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variabel.


Reliabilitas dan validitas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam menggunakan pendekatan ini lantaran kedua elemen tersebut akan memilih kualitas hasil penelitian. Selanjutnya, penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesis dan pengujiannya.


Pendekatan kuantitatif juga merupakan metode  yang bekerja dengan angka, yang datanya berwujud bilangan (skor, peringkat, atau frekuensi), yang dianalisis dengan menggunakan statistik untuk menjawab hipotesis penelitian yang sifatnya spesifik, dan untuk melaksanakan prediksi bahwa suatu variabel tertentu memengaruhi variabel lain (Cresswell dalam Alsa A., 2003).


Metode kualitatif dipengaruhi oleh paradigma naturalistik-interpretatif Weberian, perspektif post-positivistik kelompok teori kritis serta post-modernisme menyerupai dikembangkan oleh Baudrillard, Lyotard, dan Derrida (Cresswell dalam Somantri G. R., 2005).


Pendekatan kualitatif digunakan dikala peneliti mempunyai kemampuan dan pengalaman dalam meneliti lantaran penelitian kualitatif berusaha mengkonstruksi realitas dan memahami maknanya. Sehingga, penelitian kualitatif biasanya sangat memperhatikan proses, insiden dan otentisitas. Pendekatan kualitatif sanggup memperlihatkan rincian yang lebih kompleks perihal fenomena yang sulit diungkapkan oleh pendekatan kuantitatif.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 25 Contoh Lembaga Pendidikan : Fungsi, Pengertian, Ciri


Perbedaan Metode Kuantitatif dan Kualitatif Dari Segi Paradigma

Pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif mempunyai perbedaan dalam aplikasi penelitian. Fry membedakan secara lebih rinci perbandingan antara paradigma pendekatan kualitatif dan kuantitatif , menyerupai sanggup dilihat dalam Tabel 1.1  berikut (Purbayu Budi Santosa) .


Perbandingan paradigma kualitatif dan kualitatif

             Paradigma Kualitatif        Paradidma Kuantitatif
Mengajurkan penggunaan metode kualitatif Menganjurkan penggunaan metode kuantitatif
Fenomelogisme dan verstehen dikaitkan dengan pemahaman sikap insan dari frame of reference pemain film itu sendiri Logika positivisme:”Melihat fakta atau kasual fenomena sosial dengan sedikit melihat bagi pernyataan subyektif individu-individu”
Observasi tidak terkontrol dan naturalistic Pengukuran terkontrol dan menonjol
Subyektif Obyektif
Dekat dengan data:merupakan perspektif “insider” Jauh dari data: data merupakan perspektif “outsider”
Grounded, orientasi diskoveri, eksplorasi, ekspansionis, deskriptif, dan induktif Tidak grounded, orientasi verifikasi, konfirmatori, reduksionis, inferensial dan deduktif-hipotetik
Orientasi proses Orientasi hasil
Valid: data “real, “rich, dan “deep” Reliabel:data sanggup direplikasi dan “hard
Tidak sanggup digeneralisasi:studi masalah tunggal Dapat digeneralisasi:studi multi kasus
Holistik Partikularistik
Asumsi realitas dinamik Asumsi realitis stabil

Perbedaan Metode Kuantitatif dan Kualitatif dari Segi Pandangan Dasar

Williams mengemukakan lima pandangan dasar perbedaan metode kuantitatif dan kualitatif, yaitu (Musianto L.S., 2002):

  • Pada dasar pandangan sifat realitas, maka pendekatan kuantitatif melihat realitas sebagai tunggal, konkrit, teramati, dan sanggup difragmentasi. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat realitas ganda (majemuk), hasil konstruksi dalam pengertian holistik.
  • Pada dasar pandangan interaksi antara peneliti dengan obyek penelitiannya, maka pendekatan kuantitatif melihat sebagai independen, dualistik bahkan mekanistik. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat sebagai proses interaktif, tidak terpisahkan bahkan partisipatif.

  • Pada dasar pandangan posibilitas generalis, maka pendekatan kuantitatif bebas dari ikatan konteks dan waktu (nomothetic statements), sedang pendekatan kualitatif terikat dari ikatan konteks dan waktu (idiographic statements).
  • Pada dasar pandangan posibilitas kausal, maka pendekatan kuantitatif selalu memisahkan antara lantaran riil temporal simultan yang mendahuluinya sebelum akhirnya melahirkan akibat-akibatnya. Sebaliknya pendekatan kualitatif selalu mustahilkan perjuangan memisahkan lantaran dengan akibat, apalagi secara simultan.

  • Pada dasar pandangan peranan nilai, maka pendekatan kuantitatif melihat segala sesuatu bebas nilai, obyektif dan harus menyerupai apa adanya. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat segala sesuatu tidak pernah bebas nilai, termasuk si peneliti sendiri yang subyektif.

Perbedaan Metode kuantitatif dan Kualitatif dari Segi Aspek Keilmuan dan Metodologis

Ada 15 aspek yang diperhadapkan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif pada nuansa ketajaman (Musianto L.S., 2002). Kelima belas aspek tersebut yaitu :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Makalah Teks Debat


  1. Aspek Pendekatan Metodologis

    Pada pendekatan kuantitatif, jenis-jenis bidang pendekatan ialah eksperimen, hard data, empirik, positivistik, fakta konkret di masyarakat, statistik, eksperimen, survai, dan interview terstruktur. Pada pendekatan kualitatif, jenis-jenis bidang pendekatan ialah etnografis, kiprah lapangan, soft data, interaksionisme simbolik, naturalistik, deskriptif, pengamatan dengan keterlibatan peran, phenomenologik, data dokumenter, studi kasus, studi sejarah deskriptif, dan studi lingkungan kehidupan, observasi, review dokumen, partisipan observer dan story.


  2. Aspek Konseptualisasi

    Pada pendekatan kuantitatif, jenis-jenis konseptual kunci ialah variabel, validitas, reliable, signifikansi, hipotesis, dan replikasi. Pada pendekatan kualitatif, jenis-jenis konseptual kunci ialah: makna, budi sehat, pengertian, batasan situasi, fakta kehidupan sehari-hari, proses, dan kontruksi sosial.


  3. Aspek Tokoh-tokoh Pelopornya

    Pada pendekatan kuantitatif terdapat tokoh-tokoh beraliran positivistik menyerupai Emile Durkhein, L. Guttman, Fred Kerlinger, Donald Cambell, dan Peter Rossi. Rata-rata dia yaitu andal yang percaya pada ilmu niscaya dan eksak dengan rumus-rumus kuantum yang kuat. Pada pendekatan kualitatif terdapat tokoh-tokoh beraliran Pragmatik menyerupai Max Weber, Charles Horton Cooley, Harold Garfinkel, Margaret Mead, Anselm Strauss, Herbert Blumer, Erving Goffman, George H. Mead, dan Burney Glaser.


  4. Aspek Orientasi Teoretik

    Pada pendekatan kuantitatif dasar teorinya ialah struktural fungsional, positivisme, behaviorisme, budi empirik dan sistem teoritik. Mereka mengutamakan teori yang tersistematik, terperinci dan pasti. Pada pendekatan kualitatif, dasar teoritiknya ialah simbolik interaksionisme, etnometodologi, phenomenologik, kebudayaan, dan sebagainya. Para kualitan ini mengutamakan bukan teori yang niscaya atau mapan, mereka berteori perihal fenomena-fenomena insan dari aspek simbol, etnik, dan seterusnya. Sesuatu yang sanggup saja berubah, bahkan ada anutan ekstrim kualitatif dengan meniadakan teori dalam penelitian.


  5. Aspek Jenis Ilmunya

    Bidang ini agak terbaur dan berubah secara nuansa (range), artinya sulit untuk menspesifikan (koridor, kotak) ilmunya an sich. Namun kecenderungan ada ilmu ilmu yang mempunyai pendekatan ambivalen sekaligus. Kecenderungan kuantitatif terdapat pada ilmu-ilmu teknik, niscaya dan alam, ekonomi, psikologi, sosiologi, computer science, dan seterusnya.


    Kecenderungan kuanlitatif terdapat pada ilmu-ilmu humaniora, sejarah, sosiologi, anthropologi, ilmu kebudayaan, dan seterusnya. Akhir-akhir ini ada ilmu yang mempunyai pendekatan kedua-duanya menyerupai sosiologi, kedokteran, perilaku, ekonomi deskriptif, dan seterusnya.


  6. Aspek Tujuan atau Target

    Pada pendekatan kuantitatif arah dan fokus suatu penelitian ialah melalui uji teoritik, membangun atau menyusun fakta dan data, deskripsi statistik, kejelasan korelasi dan prediksi. Berarti tiap langkah mengutamakan aksioma, rumus, dan soal-soal penyelesaian dan mengatasi dilema secara langsung.


    Pada pendekatan kualitatif arah dan fokus suatu penelitian ialah membangun teori dari data atau fakta, membuatkan sintesa interaksi dan teori-teori yang dibangun dari fakta-fakta mendasar (grounded) membuatkan pengertian, dan sebagainya.


  7. Aspek Korelasi dengan Responden

    Pada pendekatan kuantitatif diharapkan ukuran short term atau long term, jarak dengan yang diteliti, menilai sebagai peneliti penuh terhadap yang diteliti, dan dominasi pada peneliti. Mereka menghadapmukakan peneliti orang dan diteliti obyek dengan aneka ulah, aturan dan norma.


    Pada pendekatan kualitatif diharapkan korelasi yang sederajat dan tidak terbatas atau membedakan antara yang meneliti dan diteliti. Hubungan ialah emphatik, equilitarian, kontak yang intensif, interview mendalam, dan sebagainya. Mereka yang meneliti harus karam atau sama derajat dengan yang diteliti.


    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Sosial Budaya Indonesia Menurut Para Ahli Budaya


  8. Aspek Instrumen dan Perlengkapan

    Pada pendekatan kuantitatif diharapkan perlengkapan menyerupai kuesioner, inventories, komputer, indeks, pengukuran dari rumus-rumus, dan seterusnya. Jelas mereka menerapkan aplikasi teknik rumus dan kepastian. Pada pendekatan kualitatif diharapkan perlengkapan menyerupai tape recorder, dan audiovisual. Mereka menganggap “The researcher is often theonly instrument”.


  9. Aspek Pendekatan terhadap Populasi

    Pada pendekatan kuantitatif dipergunakan rechecking berupa kontrol, validitas, reification, dan obtrusiveness. Mereka mempergunakan kontrol yang terperinci dengan pengulangan proses menuju pada kebenaran tujuan penelitian. Pada pendekatan kualitatif dipergunakan time consuming, reduksi data, dan reliabilitias.


  10. Aspek Desain

    Pada pendekatan kuantitatif, mereka menginginkan disain yang terstruktur, terorganisasi, urut, skema yang sistematik. “Design is a detailed plan of operation”.


  11. Aspek Penggalian Data Lapangan

    Pada pendekatan kuantitatif, penggalian data dilakukan melalui coding kuantitatif, perhitungan, pengukuran, dan statistik. Kesemuanya diaplikasikan pada patokan umum dan diukur dengan patokan tersebut, untuk dinyatakan pembuktian diterima atau ditolak.


    Pada pendekatan kualitatif, penggalian data dilakukan melalui deskripsi obyek dan situasi, dokumentasi pribadi, catatan lapangan, fotografis, istilah-istilah kerakyatan, dokumentasi resmi, dan sebagainya. Tidak ada patokan absah dari peneliti, semua proses dianggap absah asal itu terjadi benar-benar (empirik) dan patokan gres diadakan sehabis semua insiden terjadi.


  12. Aspek Pengambilan Sampel

    Pada pendekatan kuantitatif, jumlah sampel harus terseleksi jelas, dengan cara acak, terstruktur, mana yang kelompok eksperimen dan mana yang kelompok kontrol. Sampel harus mewakili populasi (representatif). Pada pendekatan kualitatif, jumlah sampel tidak perlu besar, namun purposiveness, sanggup berwujud sistem bola salju, analisis isi, historiografi, dan biographical evidence.


  13. Aspek Analisa Data

    Pendekatan kuantitatif menggunakan penyimpulan analisa data berdasar deduksi, kesimpulan dari suatu koleksi data, akhirnya dihitung melalui perhitungan statistik. Analisa data kuantitatif membentuk batasan yang diterima atau ditolak oleh teori yang telah ada. Pendekatan kualitatif menggunakan penyimpulan konsep, induktif, model, tematik, dan sebagainya. Analisa data kualitatif sanggup membentuk teori dan nilai yang dianggap berlaku di suatu tempat.


  14. Aspek Keabsahan Data

    Pendekatan kuantitatif menggunakan kontrol berupa alat statistik, pengukuran, dan hasil hasil yang relevan dengan rumus yang berlaku. Pendekatan kualitatif menggunakan kontrol berupa negative evidence, triangulasi, kredibilitas, dependabilitas, transferabilitas, dan konfirmabilitas.


    Alat-alat pada pendekatan berupa acara paska penelitian untuk lebih meyakinkan dengan mengulang investigasi data, bertanya obyektif pada para ahli, hubungan-hubungan yang pasti, akidah yang berulang-ulang mempola, dan seterusnya.


  15. Aspek Penulisan Laporan

    Pendekatan kuantitatif menulis laporan berdasarkan skema formal tetap, isi yang tetap, lengkap dan merupakan hasil laporan dan hasil uji dengan perhitungan dari lapangan penelitian yang empirik. Pendekatan kualitatif menulis laporan berdasarkan budi penulis dalam urutan laporannya. Isi tidak berdasarkan formalitas yang tetap, namun berupa rangkaian stories yang sanggup dipertanggungjawabkan oleh peneliti, terdiri dari story dengan penulisan yang sanggup saja saling tumpang tindih namun bermakna.


Beberapa paparan di atas menunjukkan   perihal perbedaan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang terlihat sangat nyata, baik itu dari segi paradigmatik, pandangan dasar maupun dari segi aspek dan metodologisnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :√ Pengertian Integrasi Nasional Menurut Para Ahli Serta Contohnya Lengkap


 Kualitatif Adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terha Perbedaan Kualitatif Kuantitatif –  Pengertian, pendekatan, jenis, Penelitian, Desain

Pendekatan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Ada beberapa nama yang diberikan pada penelitian kualitatif, tergantung pada jenis dan bidang apa metode itu digunakan. Para andal antropologi menamakan etnografi pada metode atau pendekatan kualitatif yang mereka gunakan. Sedangk an para andal sosiologi menyebutnya dengan nama observasi partisipasi, dan pada bidang psikologi disebut dengan pendekata n kualitatif (Sanapiah, 1993).


Selaras dengan namanya yang bervariasi, definisi yang diberikan pada penelitian kualitatif juga bervariasi walaupun secara prinsip ada kesamaan. Connole, dkk . (1993) memperlihatkan batasan bahwa penelitian kualitatif yaitu penelitian  yang  memfokuskan pada kegiatan-kegiatan mengidentifikasi, mendokumentasi, dan mengetahui dengan in – terpretasi seeara mendalam gejala-gejala nilai, makna, keyakinan, pildran, dan karakteristik umum seseorang atau kelompok masyarakat perihal peristiwa-peristiwa kehidupan.


Sementara itu, Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 1994) mendefenisikan metodologi kualitatif sebagai mekanisme penelitian yang menghasilkan data deskriptif  berupa kata-kata tertulis atau verbal orang-orang dan sikap yang  dapat  diamati. Lebih jauh Bogdan dan Taylor menjelaskan bahwa pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut  secara holistik (utuh). Jadi, dalam hal ini dihentikan mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam ubahan atau hipotesis, tetapi perlu memandangnya sebagai belahan dari suatu keutuhan.


Sejalan dengan Bogdan dan Taylor, Kirk dan Miller (dalam Moleong, 1994) mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif yaitu tradisi tertentu dalam ilmu sosial yang secara mendasar bergantung pada pengalaman pada insan dalam kawasannya sendiri. Selanjutnya Sanapiah (1993) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif yaitu metodologi penelitian yang di dalamnya tercakup pandangan-pandangan filsafati disciplined inquiry mengenai realitas dari objek yang diteliti dalam ilmu-ilmu sosial dan tingkah laku.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Hukum Dagang


Ciri-ciri Penelitian Kualitatif Ada Lima, yaitu:

  1. Penelitian kualitatif mempunyai setting yang alami sebagai sumber data langsung, dan peneliti sebagai instrumen
  2. Penelitian kualitatif yaitu penelitian yang deskriptif. Data yang dikumpulkan lebih banyak kata-kata atau gambar-gambar daripada angka
  3. Penelitian kualitatif lebih memperhatikan proses daripada produk. Hal ini disebabkan oleh cara peneliti mengumpulkan dan memaknai data, setting atau korelasi antar belahan yang sedang diteliti akan jauh lebih terperinci apabila diamati dalam

  4. Peneliti kualitatif mencoba menganalisis data secara induktif: Peneliti tidak mencari data untuk mengambarkan hipotesis yang.mereka susun sebelum mulai penelitian, namun untuk menyusun
  5. Penelitian kualitatif menitikberatkan pada makna bukan sekadar perilaku

Berbeda dengan penelitian kualitatif naturalistik yang mempunyai filsafat fenomenologis, penelitian kuantitatif mempunyai filsafat positivistik. Pada penelitian kuantitaif, generalisasi dikonstruksi dari rerata keragaman individu atau rerata frekuensi, dengan memantau kesalahan-kesalahan yang mungkin. Metodologi penelitian kuantifatif menuntut adanya rancangan penelitian yang menspesifikasikan objeknya secara eksplisit dieliminasikan dari objek-objek lain yang tidak diteliti.


Pada penelitian kuantitatif data yang dikumpulkan lebih banyak angka-angka daripada foto, gambar ataupun kata-kata. Dengan memahami pengertian dan ciri-ciri penelitian kualitatif d a n kuantitatif, serta penelitian tindakan di atas, maka kemudian sanggup direncanakan atau ditentukan cara menggabungkan ketiga metode itu secara efektif.


Desain Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Desain penelitian berdasarkan Mc Millan dalam Ibnu Hadjar yaitu planning dan struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian. Definisi lain menyampaikan bahwa desain (design) penelitian yaitu planning atau rancangan yang dibentuk oleh peneliti, sebagai ancar – ancar kegiatan yang akan dilaksanakan.


Desain penelitian ini merupakan kerangka atau perincian mekanisme kerja yang akan dilakukan pada waktu meneliti, sehingga diharapakan sanggup memperlihatkan citra dan arah mana yang akan dilakukan dalam melaksanakan penetian tersebut, serta memperlihatkan citra jikalau peneletian itu telah jadi atau selesai penelitian tersebut diberlakukan. Desain penelitian yang baik sanggup memudahkan kita dalam melaksanakan penelitian.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hukum Bisnis : Pengertian, Ruang Lingkup, Asas, Contoh, Dan Fungsinya


jenis  Desain penelitian dilihat dari banyak sekali perspektif, antara lain :

  • Desain penelitian dilihat dari perumusan

    1. Penelitian eksploratif
    2. Peneltian uji hipotesis

  • Desain penelitian berdasarkan metode pengumpulan data ;

    1. Penelitian pengamatan
    2. Peneltian Survai

  • Desain penelitian dilihat dari pengendalian variabel-variabel oleh peneliti ;

    1. Penelitian eksperimental
    2. Penelitian ex post facto

  • Desain penelitian berdasarkan tujuannya ;

    1. Penelitian deskriptif
    2. Penelitian komparatif
    3. Penelitian asosiatif

  • Desain penelitian berdasarkan dimensi waktunya ;

    1. Penelitian Time Series
    2. Penelitian Cross Section

  • Desain Penelitian dilihat dari lingkungan studi sanggup dikelompokkan ;

    1. Studi Lapangan
    2. Eksperimen Lapangan
    3. Ekspreimen Laboratorium

Umumnya desain penelitian itu terdiri dari ; judul atau topik penelitian, latar belakang masalah penelitian, penegasan masalah, tujuan meneliti, kegunaan hasil penelitian, landasan teori, penelaahan kepustakaan, metodologi (teknik sampling, metode pengumpulan data, dan metode analisis data), langkah – langkah acara kerja, dan pembiayaan. Namun secara khusus, desain penelitian yang bermacam-macam juga memilki belahan yang berbeda-beda.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 7 Pengertian Hukum Internasional Menurut Para Ahli


Loading...
loading...
close