Perbedaan Aksioma Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif

Perbedaan Aksioma dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Perbedaan Aksioma Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Pengertian Aksioma ialah pandangan dasar. Aksioma penelitian kualitatif dan kuantitif mencakup wacana realitas, hubungan peneliti dengan yang diteliti, kemungkinan generalisasi, dan peranan nilai. Perbedaan aksioma antara peneliti kualitatif dan kuantitatif. Perbedaan aksioma dalam peneliti kualitatif dan kuantitatif, ditunjuk kan pada gambar di bawah ini .

#1.Sifat reabilitas
Dalam memandang realitas, gejala, atau obyek yang diteliti. Terdapat perbedaan antara metode kualitatif dan kuantitatif. Seperti telah dikemukakan, dalam metode kuantitatif yang berlandaskan pada filsafat positivisme, realitas dipandang sebagai sesuatu yang konkret, sanggup diamati dengan panca indra, sanggup dikategorikan berdasarkan jenis, bentuk, warna, dan prilaku, tidak berubah, sanggup diukur dan diverivikasi. Dengan demikian dalam penelitian kuantitatif, peneliti sanggup memilih hanya beberapa variabel saja dari obyek yang diteliti, dan lalu sanggup menciptakan instrumen untuk mengukurnya. 

Dalam penelitian kualitatif yang berlandaskan pada filsafat Postpositivisme atau paradigma interpretive, suatu realitas atau obyek tidak sanggup dilihat secara parsial dan dipecah kedalam beberapa variabel. Penelitian kualitatif memandang obyek sebagai sesuatu yang dinamin, hasil kontruksi fatwa dan interpretasi terhadap tanda-tanda yang diamati, serta utuh (holistik) lantaran setiap aspek dari obyek itu mempunyai satu kesatuan yang tidak sanggup dipisahkan. Ibarat meneliti performance suatu mobil, peneliti kuantitatif sanggup meneliti mesinnya saja, atau body nya saja, tetapi peneliti kualitatif akan meneliti semua komponen dan hubungan satu dengan yang lain, serta kinerja pada dikala kendaraan beroda empat di jalankan.

#2.Hubungan peneliti dengan yang diteliti
Dalam penelitian kuantitatif, kebenaran itu diluar dirinya sehingga hubungan antara peneliti dengan yang diteliti harus dijaga jaraknya sehingga bersifat independent.  Dengan memakai kuisioner sebagai teknik pengumpulan data, maka peneliti kuantitatif hampir tidak mengenal siapa yang diteliti atau responden yang memperlihatkan data. 

Dalam penelitian kualitatif peneliti sebagai human instrumen dan dengan teknik pengumpulan data participant observation (observasi berperan serta) dan indepth interview (wawancara mendalam), maka peneliti harus berinteraksi dengan sumber data. Dengan demikian peneliti kualitatif harus mengenal betul orang yang memperlihatkan data.

#3.Hubungan antar variabel
Peneliti kuantitatif dalam melihat hubungan variabel terhadap obyek yang diteliti lebih bersifat alasannya ialah dan akhir (Kausal), sehingga dalam penelitiannya ada varibel independent dan dependent. Dari variabel tersebut selajutnya dicari seberapa besar imbas variabel independent terhadap variabel dependent. Sedangkan dalam penelitian kualitatif yang bersifat holistik dan lebih menekankan pada proses, maka penelitian kualitatif dalam melihat hubungan antar variabel pada obyek yang diteliti lebih bersifat interaktif yaitu saling menghipnotis ( reciprocal/interaktif), sehigga tidak diketahui mana variabel independent dan dependentnya.

#4.Kemungkinan generalisasi


Pada umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi, (bukan kedalaman) sehingga metode ini cocok dipakai untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas. Selanjutnya data yang diteliti ialah data sampel yang diambil dari populasi tersebut dengan teknik probability sampling (random). Berdasarkan data dari sampel tersebut, selanjutnya peneliti menciptakan generalisasi (kesimpulan sampel diberlakukan ke populasi dimana sampel tersebut diambil).



Pada penelitian kualitatif tidak melaksanakan generalisasi tetapi lebih menekankan kedalaman isu sehingga hingga pada tingkat makna. Seperti telah dikemukakan, makna ialah dibalik yang tampak. Walaupun penelitian kualitatif tidak menciptakan generalisasi, tidak berarti hasil penelitian kualitatif tidak sanggup diterapka ditempat lain. Generalisasi dalam penelitian kualitatif disebut  engan transferability dalam bahasa indonesia dinamakan keteralihan. Maksudnya ialah bahwa, hasil penelitian kualitatif sanggup ditransferkan atau diterapkan ditempat lain. Keterangan tersebut digambarkan pada gambar dibawah ini.

#5.Peranan nilai 
Peneliti kualitatif dalam melaksanakan pengumpulan data terjadi interaksi antara peneliti data dengan sumber data. Dala interaksi ini baik peneliti maupun sumber data mempunyai latar belakang, pandangan, keyakinan, nilai-nilai, kepentingan dan persepsi yang berbeda, sehingga pengumpulan data, analisis, dan pembuatan laporan akan terkait oleh nilai masing-masing.  Sedangkan dalam penelitian kuantitatif, lantaran peneliti tidak berinteraksi dengan sumber data, maka akan terbebas dari nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data. Karena ingin bebas nilai, maka peneliti menjaga jarak dengan sumber data, biar data yang diperoleh obyektif. 

Nah Gaes, Itulah Ulasan terkait dengan Perbedaan Aksioma dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif yang kami rangkum dari buku Dr. Sugiono yang berjudul Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Terkait dengan Pembahasan Diatas apakah yang yang ditanyakan Gaes?
loading...
loading...
close