Pengertian Negosiasi Bisnis – Karakteristik, Teknik, Proses, Strategi, Kesalahan

Pengertian Negosiasi Bisnis – Karakteristik, Teknik, Proses, Strategi, Kesalahan : Negosiasi merupakan salah satu cara penyelesaian sengketa bisnis yang sudah usang dikenal dan banyak digunakan oleh banyak sekali pihak dalam menuntaskan permasalahan ataupun sengketa di antara mereka.


 Negosiasi merupakan salah satu cara penyelesaian sengketa bisnis yang sudah usang dikenal  Pengertian Negosiasi Bisnis – Karakteristik, Teknik, Proses, Strategi, Kesalahan

Pengertian Negosiasi Bisnis

Negosiasi merupakan salah satu cara penyelesaian sengketa bisnis yang sudah usang dikenal dan banyak digunakan oleh banyak sekali pihak dalam menuntaskan permasalahan ataupun sengketa di antara mereka. Negosiasi berasal dari bahasa Inggris, negotiation yang artinya perundingan.


Dalam bahasa sehari-hari perundingan sepadan dengan istilah berunding, bermusyawarah atau bermufakat. Orang yang mengadakan perundingan disebut negosiator. Hal tersebut dikarenakan perundingan yang baik dan efektif ialah perundingan yang berdasarkan data riil, akurat, dan faktual.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 7 Pengertian Hukum Internasional Menurut Para Ahli


Karakteristik Negosiator yang Baik

Negosiasi merupakan suatu proses dan terkadang akan melahirkan “perang urat syaraf” yang kadang berakhir pada kekalahan semua pihak. Karena itu, kesantunan dalam berkata-kata, perhatian yang diberikan pada pihak lain, dan perilaku baik yang ditunjukkan kadang akan “melunturkan” suasana sehingga perundingan lebih gampang dilaksanakan.


Negosiasi merupakan suatu hal yang pokok dan terpenting dalam bisnis untuk melalkukan rencana pengembangan dengan kawan bisnis. Negosiasi bisnis berbeda dengan jenis perundingan lainnya. Dalam suatu perundingan bisnis, setiap pihak yang terlibat berusaha untuk menemukan suatu win-win solution.


Dalam win-win solution, kedua pihak sama-sama mencari solusi yang sanggup memuaskan bagi kedua belah pihak. Negosiasi bisnis ialah untuk memastikan bahwa di selesai negosiasi, baik Anda dan orang-orang, yang bernegosiasi dengan Anda, akan merasa ibarat pemenang.


  1. Percaya Diri dalam Bernegosiasi

Kepercayaan diri sangat diperlukan, sebab yang dipertimbangkan bukan hanya bahan yang disampaikan tetapi juga bagaimana cara penyampaiannya. Ketika seseorang mempunyai kepercayaan diri yang kurang, maka penyampaian bahan juga kurang optimal, sehingga secara tidak eksklusif akan membuat ragu pihak lain yang diajak bernegosiasi.


  1. Menghargai orang lain

Sifat menghargai orang lain mungkin dinilai tidak ada kaitannya dengan negosiasi. Tetapi bergotong-royong hal tersebut sangat penting, sebab ketika kita menghargai orang lain kita akan membina sebuah awal kekerabatan yang baik, sehingga akan mempermudah proses negosiasi.


Menghargai orang lain sanggup berupa kita mengenali orang- orang disekitar, kemudian lebih fokus pada kelebihan tanpa mencari kekurangan dan kesalahan orang lain, dan yang paling penting ialah membangun kekerabatan saling percaya.


  1. Menciptakan penampilan yang baik

Ketika bernegosiasi kita akan dihadapkan pada sebuah interaksi dengan pihak lain. Dalam sebuah interaksi penampilan yang sopan tapi menarik akan lebih membuat nyaman, sehingga akan tercipta suasana yang aman untuk mencapai sebuah kesepakatan.


  1. Dapat mengendalikan emosi

Dalam bernegosiasi tidak bisa dipungkiri kita akan berada pada sebuah konflik antara kedua belah pihak. Dalam situasi tersebut, seorang negosiator harus bisa mengendalikan emosi dan egonya, sebab kalau emosi tidak terkendali maka tujuan dari perundingan tidak akan tercapai.


  1. Tidak merasa sempurna

Ketika seseorang merasa bahwa dirinya sempurna, maka orang tersebut tidak akan mau mendapatkan kritik atau saran yang ditujukan kepadanya. Seorang negosiator yang baik harus bisa dan mau mendapatkan kritik dan saran, sebab hal tersebut akan membantu meningkatkan kemampuan dan ilmu pengetahuan dalam bernegosiasi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Hukum Adat Menurut Para Ahli Dunia


  1. Ramah, sopan, simpatik dan humor

Sikap ramah dan sopan merupakan perilaku yang wajib dimiliki setiap orang bukan hanya seorang negosiator. Dalam bernegosiasi, perilaku tersebut akan membuat persepsi dari pihak lain bahwa kita mempunyai pembawaan yang menyenangkan dan dekat kepada siapa saja.


Untuk perilaku simpatik, hal tersebut akan memperlihatkan bahwa kita tidak hanya memikirkan dan mementingkan diri sendiri tetapi juga memperhitungkan keadaan dan kepentingan orang lain. Humoris juga diharapkan dalam bernegosiasi, sebab dengan sedikit humor akan mencairkan suasana yang tegang sehingga kembali ke suasana kondusif.


  1. Berpikir positif

Seseorang yang berpikir positif akan selalu optimis dalam setiap langkah yang dijalaninya. Berpikir positif sangat diharapkan untuk mewujudkan mimpi-mimpi dan rancangan-rancangan yang dinegosiasikan untuk ke depannya.


  1. Sabar, giat dan tidak gampang putus asa

Sabar dan tidak terburu-buru dalam bernegosiasi membuktikan bahwa kita akan berpikir berulang kali sebelum membuat sebuah keputusan, dan hal tersebut akan menambah kesan positif kepada pihak yang kita ajak bernegosiasi. Sifat giat dan tidak gampang frustasi akan  mencerminkan bahwa kita pekerja keras dan tidak gampang mengalah untuk mencapai apa yang menjadi tujuan kita.


  1. Mencintai dan mempunyai profesi yang ditekuni

Ketika kita menyayangi apa yang kita lakukan, kita akan melaksanakan hal tersebut dengan bersungguh-sungguh dan seoptimal mungkin dengan mengharapkan hasil yang sesuai keinginan. Ketika kita mempunyai perilaku tersebut, pihak lain tidak akan ragu apabila berhubungan dengan kita.


Teknik Melakukan Negosiasi

Cara atau taktik mempunyai beberapa tujuan. Taktik akan membantu semoga melihat permasalahan bergotong-royong yang sedang diperdebatkan di meja perundingan. Taktik juga bisa menguraikan kemandekan. Serta, bisa membantu semoga menlihat serta melindungi diri dari kebohongan negosiator. Dibawah ini ialah sembilan taktik dalam bernegosiasi yang bisa digunakan dan juga dihindari :


  • Mengeryit ( The Wince )

Taktik tersebut dikenal sebagai istilah Terkejut ( Flinch ) yang merupakan sebuah reaksi negatif terhadap anjuran seseorang. Dengan arti lain, bertindak terkejut pada ketika perundingan yang dilakukan pihak negosiator berjalan dengan keinginan pihak lain.


  • Berdiam ( The Silence )

Bila Anda tidak suka dengan apa kata seseorang, atau bila Anda gres saja membuat sebuah anjuran dan Anda sedang menunggu jawaban, membisu juga sanggup menjadi sebuah pilihan terbaik untuk Anda. Kebanyakan dari orang tidak sanggup bertahan dalam kesunyian yang panjang ( ” Dead Air Time” ).


Mereka akan menjadi tidak nyaman bila ada percakapan untuk mengisi kekosongan antara Anda dan pihak lain. Biasanya pihak lain akan merespon dengan konsesi atau memberikan kelonggaran.


  • Ikan Haring Merah ( Red Herring )

Istilah kata ini diambil dari sebuah kompetisi yang cukup renta di Inggris, Berburu Rubah ( Fox Hunting Competition ). Didalam sebuah kompetisi ini, tim lawan akan menyeret serta membaui jejak rubah ke lain arah dengan ikan.


Sehingga, anjing lawan akan tertipu atau terkecoh dan akan kehilangan jejak. Sama dengan ketika negosiator membawa “ikan amis” atau gosip lain ke meja perundingan untuk mengalihkan perhatian dari gosip urama yang dibahas.


  • Kelakuan Menghina ( Outrageous Behaviour )

Semua bentuk prilaku umumnya dianggap kurang bermoral serta tidak bisa diterima oleh lingkungan, dengan tujuan memaksa pihak lain untuk menyutujui.


Seperti pihak administrasi muak dengan tuntutan yang dianggap tidak sanggup masuk diakal dan terpaksa menandatangani kontrak dengan air mata kemudian membuangnya dengan cara ganas dan dramatis seperti diliput oleh media. Tujuan dari taktik tersebut ialah untuk menggertak orang-orang yang ada atau terlibat dalam negosiasi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Hukum Tata Negara Menurut Para Ahli


  • Yang Tertulis ( The Written Word )

Merupakan suatu persyaratan yang ditulis dalam perjanjian yang tidak bisa diganggu gugat. Perjanjian, sewa guna perjuangan (leasing), ataupun harga diatas pahatan kerikil serta kini di kertas (uang) merupakan contoh-contoh yang tertulis.


  • Pertukaran ( The Trade-off )

Taktik ini digunakan sebagai tawar-menawar. Pertukaran hanya memperlihatkan konsesi, hingga seluruh pihak oke dengan syarat-syarat. Sebenarnya, taktik tersebut digunakan untuk kompromi.


  • Ultimatum ( The Ultimatum )

Pemakaian ultimatum terkadang (seldom) efektif sebagai taktik pembuka dalam bernegosiasi. Tetapi, sesuatu ketika dalam perundingan yang panjang ketika Anda merasa perlu menggunakan taktik tersebut.


  • Berjalan Keluar ( Walking Out )

Pada beberapa keadaan, berjalan keluar bisa digunakan sebagai taktik untuk memberikan tekanan pada pihak lain.


  • Kemampuan untuk Mengatakan “Tidak” ( The Ability to Say “No” )

Taktik memang tugas yang begitu penting dalam segala macam taktik perundingan dan cara memberikan car tepat. Pertama serta yang paling dasar untuk mempelajari taktik ini ialah apa pun kalau menyampaikan ‘tidak’ secara langsung, diterjemahkan oleh pihak lain sebagai ‘ya’.


Proses Negosiasi Dan Lobi

Ada dua bentuk advokasi yaitu, formal serta informal. Bentuk formalnya ialah negosiasi, sedangkan bentuk informalnya disebut dengan kata lobi. Proses lobi tidak terkait dengan waktu dan tempat, dan bisa dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang, sedangkan perundingan tidak terkait dengan waktu dan tempat.


Strategi Negosiasi Bisnis

Strategi digunakan untuk mempengaruhi orang lain semoga orang memperhatikan dan menuruti kehendak seorang negosiator. Strategi biasanya digunakan oleh seorang sales untuk memasarkan produk-produk barang dan jasa. Ada 4 taktik dalam memasarkan barang, yaitu :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Definisi Hukuman Mati Menurut Para Ahli Didunia


  • Asosiasi

Memanfaatkan nama institusi/produk yang sudah dikenal luas. Dengan taktik tersebut seorang negosiator mengharapkan imbas positif dari nama yang populer tersebut dan diharapkan pembeli atau konsumen sangat tertarik atau antusias untuk membeli sebab produk tersebut terkait dengan nama institusi yang sudah populer bahkan mungkin berkualitas. Contoh : sepatu ini sama ibarat sepatu brand adidas.


  • Disasosiasi

Memanfaatkan nama/produk palsu atau jasa yang ditawarkan sehingga klien akan berpaling pada produk lain. Cara atau taktik ini cenderung memperlihatkan perbandingan antara dua produk yang berbeda baik kualitas, harga dan lain sebagainya sehingga kita akan lebih menentukan untuk menonjolkan kelebihan dari produk yang kita tawarkan. Contoh : produk itu palsu kualitasnya jelek sedangkan produk ini bagus.


  • Random sample

Menawarkan dengan cara memamerkan suatu produk yang terbaik sehingga wakil dari keseluruhan produk yang ditawarkan. Strategi ini akan berdampak negative apabila secara keseluruhan produk tidak ibarat pola sample yang dipamerkan. Sebaliknya, taktik ini akan berdampak positif apabila pelanggan merasa puas sebab keseluruhan produk sama ibarat pola yang ditawarkan.


Maka, diharapkan apabila kita menentukan taktik Random sample, maka lebih baik menentukan sample yang sanggup mewakilkan keseluruhan produk yang kita tawarkan, sehingga nantinya lumayan konsumen.


  • Salami

Menawarkan produk atau jasa dengan cara membuat pihak lain semakin usang semakin mempercayai dan mendapatkan kewenangan yang meningkat. Misalnya kita sanggup memperlihatkan produk atau jasa yang keuntungannya akan selalu dinikmati konsumen dalam jangka panjang (pulsa gratis, pulsa unlimited, dan lain-lain), kalau perlu manfaat tersebut semakin meningkat dalam memuaskan konsumen.


  • Win-win

Strategi ini dipilih bila pihak-pihak yang berselisih menginginkan penyelesaian duduk kasus yang diambil pada jadinya menguntungkan kedua belah pihak. Strategi ini juga dikenal sebagai Integrative negotiation.


Contoh : pihak administrasi setuju untuk memberikan paket PHK di atas ketentuan pemerintah, dan pihak pekerja setuju untuk sanggup segera mengakhiri kekerabatan kerja dengan damai. Dengan taktik Win-win kedua belah pihak berusaha untuk melaksanakan rekonsiliasi kepentingan mereka ditandai dengan komunikasi yang terbuka dan empati.


  • Win-lose

Strategi ini dipilih sebab pihak-pihak yang berselisih ingin mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya dari penyelesaian duduk kasus yang di ambil. Dengan taktik ini pihak yang berselisih saling saling berkompetensi untuk mendapatkan hasil yang mereka inginkan.


Win-lose merupakan proses dengan masing-masing pihak cenderung mencari perolehan dan keinginan maksimum dengan kerugian dipihak lain Contoh: pihak pekerja terpaksa menyepakati kenaikan honor di bawah sasaran yang telah mereka usulkan sebelumnya kepada pihak perusahaan.


  • Lose-lose

Strategi ini dipilih sebagai dampak kegagalan dari pemilihan taktik yang tepat dalam bernegosiasi. Akibatnya pihak-pihak yang berselisih, pada jadinya tidak mendapatkan sama sekali hasil yang diharapkan. Kedua pihak sama-sama kalah atau sama-sama mengalami kerugian. Contoh : pihak pengusaha jadinya melaksanakan upaya “lock out” sebab pihak pekerja tidak bersedia untuk menghentikan pemogokan.


  • Lose win

Strategi ini dipilih bila salah satu pihak sengaja mengalah untuk mendapatkan manfaat dengan kekalahan mereka. Sedangkan pihak lain sanggup dengan leluasa memperoleh hasil dan keinginan yang sebesar-besarnya dari kekalahan pihak lain tersebut.


Contoh : pihak pengusaha sengaja memberikan beberapa konsesi yang tidak terlalu signifikan kepada pihak pekerja, dengan cita-cita sanggup membangun kepercayaan di masa yang akan datang.


Kesalahan Umum Dalam Bernegosiasi

Dalam Bernegosiasi tidak hanya mempunyai taktik dan taktik tetapi mempunyai kesalahan-kesalahan yang perlu dipahami dalam bernegosiasi, Berikut ini ialah beberapa macam kesalahan, yaitu :

  1. Peningkatan komitmen yang tidak rasional.
  2. Bertahan
  3. Sudut pandang penawaran.
  4. Tersedianya informasi.
  5. Terlalu percaya diri.

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : stilah Hukum (Advokat) Di Indonesia Secara Lengkap

Loading...
loading...
close