Objek Kajian Sosiologi: Sebuah Ringkasan

Objek kajian sosiologi sebagai sebuah disiplin ilmu mencakup objek material dan formal. Perbedaan kedua objek tersebut dibuat sesuai mekanisme umum ilmu pengetahuan yang harus bersifat ilmiah.

Objek kajian sosiologi secara umum

Objek material

Pengertian objek material suatu pengetahuan mencakup entitas baik fisik ataupun kultural yang menjadi ’materi’ atau pembahasan utama ilmu pengetahuan. Objek material sosiologi berupa tanda-tanda sosial dalam kaitannya dengan hubungan kemasyarakatan. Segala fenomena yang membentuk pola dan melibatkan hubungan antar individu atau individu dengan kelompok atau antar kelompok masyarakat yaitu objek material sosiologi.

Objek formal

Berbeda dengan objek material, objek formal lebih menekankan pada perspektif atau cara pandang ilmu pengetahuan. Sosiologi mempelajari masyarakat yang saling berinteraksi satu sama lain sehingga interaksi, relasi, dan komuniasi sosial sanggup diposisikan sebagai objek formal sosiologi. Sosiologi melihat individu sebagai makhluk sosial, serpihan dari masyarakat dan terhubung pada jaringan sosial yang membentuk kelompok. Interaksi sosial menjadi objek formal sosiologi.

Baca juga: Apa itu sosiologi?

Diluar mekanisme ilmu pengetahuan yang membagi objek kajian menjadi dua menyerupai yang disebutkan diatas, objek kajian dalam disiplin sosiologi melingkupi aspek-aspek yang lebih luas. Hal ini alasannya yaitu kehidupan bermasyarakat selalu bersentuhan dengan aspek lain, menyerupai ekonomi, budaya, politik, psikologi, sejarah dan lain-lain. Objek kajian sosiologi selalu bersentuhan dengan disiplin ilmu lain sejauh berkaitan interaksi sosial kemasyarakatan.

Objek kajian sosiologi berdasarkan Karl Marx, Emile Durkheim dan Max Weber.

Karl Marx

Objek kajian sosiologi sebagai sebuah disiplin ilmu mencakup objek material dan formal Objek Kajian Sosiologi: Sebuah RingkasanTiga tokoh sosiologi klasik, Marx, Durkheim, dan Weber membangun fondasi teoritis yang dikembangkan menjadi objek kajian sosiologi. Misalnya, Marx menganggap perbedaan kelas sosial sebagai basis konflik dan eksploitasi dalam hubungan sosial. Objek kajian sosiologi berdasarkan Marx yaitu konflik kepentingan antar kelas yang diekspresikan dalam usaha kelas antara buruh dan majikan, pekerja dan pemilik modal, barjuis dan proletar.

Emile Durkheim

Objek kajian sosiologi sebagai sebuah disiplin ilmu mencakup objek material dan formal Objek Kajian Sosiologi: Sebuah RingkasanDurkheim dalam bukunya ’Suicide’ menegaskan gelaja sosial yang disebut fakta sosial sebagai objek kajian sosiologi. Fakta sosial dibuat melalui observasi empiris yang membentuk pola-pola sehingga tampak sebagai tanda-tanda sosial. Daftar dan jumlah orang (data) yang bunuh diri pada suatu kelompok tertentu dipakai Durkheim sebagai materi kajian sosiologinya.

Max Weber

Objek kajian sosiologi sebagai sebuah disiplin ilmu mencakup objek material dan formal Objek Kajian Sosiologi: Sebuah RingkasanLain dengan Marx dan Durkheim, Weber lebih menekankan objek kajian sosiologi pada aspek tindakan sosial. Untuk memahami gejala-gejala sosial yang timbul di masyarakat, menurutnya, peneliti harus menginterpretasi maksud atau tujuan suatu tindakan pada tataran individual. Weber menyebut metode interpretatif ini dengan nama Verstehen (interpretative understanding). Objek kajian sosiologi, dengan demikian berdasarkan Weber yaitu tindakan sosial.

Perkembangan objek kajian sosiologi

Objek kajian sosiologi mengalami perkembangan yang pesat sekaligus kompleks semenjak para sosiolog klasik membangun fondasi teoritis untuk mengkaji masyarakat secara sosiologis. Saat ini, contoh-contoh materi atau entitas, atau materi yang sanggup dijadikan objek kajian sosiologi tak terhitung jumlahnya. Hal ini alasannya yaitu gejala-gejala sosial yang timbul dalam masyarakat itu sendiri semakin kompleks dan beragam. Sebagai contoh, sosiologi mengakibatkan agama sebagai objek kajiannya. Maka, agama akan dilihat sebagai entitas yang tanda-tanda sosialnya yaitu ritual, sejauh mana agama mengatur sikap para penganutnya, bagaimana interaksi antar umat seagama, bagaimana dengan mereka yang berbeda agama, dan lain sebagainya. Budaya juga sering menjadi objek kajian sosiologi. Misalnya, mempelajari resolusi konflik yang dipecahkan dengan aturan budbahasa di suatu tempat di Indonesia.

Objek kajian sosiologi sebagai sebuah disiplin ilmu mencakup objek material dan formal Objek Kajian Sosiologi: Sebuah Ringkasan

 

Sosiologi kontemporer atau kekinian bergerak lebih jauh dan bermacam-macam dalam mengakibatkan gejala-gejala sosial sebagai objek kajian. Di beberapa kampus di dunia, berkembang studi kepemudaan sebagai objek kajian sosiologi. Kepemudaan menjadi objek yang diteliti. Objek kajian sosiologi kepemudaan melihat bagaimana kultur dikalangan belum dewasa muda (youth culture), bagaimana membangun identitas diri, bagaimana cowok diposisikan dalam politik kebijakan dan kebijakan politik.

Baca juga: Gejala Sosial: Definisi dan Contohnya

Objek kajian lain yang sedang naik daun yaitu media sosial. Media sosial memfasilitasi individu untuk berinteraksi, membangun identitas, dan mengekspresikan diri. Sosiologi melihat gejala-gejala sosial di media umum sebagai potensi kajian yang makin populer. Media sosial sebagai objek kajian sosiologi difokuskan pada hubungan sosial, interaksi sosial, identitas yang dibuat melalui konten, alih-alih platform teknologi digitalnya. Pembelajar sosiologi yang mengakibatkan media umum sebagai objek kajiannya sanggup melihat fenomena sosialnya. Misal, interaksi sosial di komunitas online, mobilisasi massa di internet, hashtag sebagai upaya penggiringan opini publik, dan lain sebagainya.

Masih banyak lagi perkembangan objek kajian sosiologi yang berkembang hingga ketika ini. Beberapa teladan yang dibahas diatas gres segelintir mengingat semakin kompleksnya tanda-tanda sosial yang timbul belakangan ini.

loading...
loading...
close