Mengingat Kembali Problem Najis

Najis sanggup berarti suatu penyebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Alloh SWT, menyerupai terhalangnya melaksanakan solat.
Najis juga sanggup berarti suatu kotoran.
Secara istilah najis berarti sesuatu yang harus dihilangkan ketika kita akan melaksanakan ibadah.

Nah remaja ini, dizaman yang katanya modern ini apakah problem najis masih menjadi perhatian publik?

Mari kita perhatikan dengan sarana – sarana yang ada di gedung – gedung besar, menyerupai mall, mesjid, perkantoran dan lain -lain.

Pasilitas Di Mall, Kantor, dan Mesjid

Mall merupakan kawasan yang banyak mengumpulkan manusia, entah itu untuk nongkrong, belanja ataupun nonton. Tentu bukan dalam jumlah sedikit kaum muslimin berada di kawasan menyerupai itu dan dimanapun berada maka sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslim untuk melaksanakan ibadah. Nah sedangkan utnuk beribadah  tentu harus suci.

Tapi ketika kami memperhatikan beberapa pasilitas yang ada di Mall, tidak jarang kawasan solat berada di pinggir WC, pertanyaannya apakah sudah diperhatikan problem sirkulasi dan peredaran najisnya?
Belum lagi kawasan kencingnya yang berdiri. Apakah niscaya tidak ada air kencing yang melekat pada celana dikala melaksanakan kencing?
Atau mungkin sudah tidak begitu peduli lagi problem najis ini?
Padahal salah satu sarat sahnya ibadah kita ialah suci dari najis.
Jangan hingga solat sunat atau wajib yang kita lakukan gagal atau tidak di terima gara – gara hal tersebut.

Lalu bagaimana lalu di kantor.? Mungkin kalau itu kantor besar kawasan kencingnyapun lagi – lagi bangkit dan ternyata tidak hanya kantor bahkan begitupun di sebagian mesjid.
Praktis – mudahan saja para pengguna memperhatikan problem najis yang sanggup menempel.

Mengingat kembali Macam Najis

 

Supaya lebih afdol dan lebih sanggup mengingatkan kita wacana najis alahkah baiknya dibahas kembali problem najis, terhusus sebagai pengingat bagi admin itu sendiri dan gampang – mudahan berbekas juga pada semuanya. aamiin.
Untuk itulah kami kan mencoba menyajikan sedikit ulasan wacana najis.

Baca Juga  Tips Bepergian Biar Tidak Sulit Melakukan Solat

Menurut Ulama – Ulama Ahli Fikih najis terbagi dalam  tiga kelompok, yaitu :

1. Najis Mukhofafah

Artinya najis ini ialah najis ringan, menyerupai kencing bayi laki – laki yang belum makan apa – apa kecuali ASI dan berumur di bawah 2 tahun.
Cara mensucikannyapun cukup mudah, yaitu cukup dengan memercikan air pada penggalan yang terkena najis.

2. Najis Nugholodhoh

Artinya ialah najis yang sangat berat, yang termasuk dalam najis ini ialah jilatan anjing, lalu babi.
Dan apabila ada yang terkena najis ini maka cara mensucikannya, yaitu dengan cara mencucinya sebnyak 7 kali salah satunya dengan tanah.
Dewasa ini untuk najis menyerupai ini berbagai yang tidak memperhatikan, sepertimembiarkan anjing menjilat – jilat badan kita, bahkan anjing itu sendiri berada dalam rumah.
Tak peduli anjing itu anjing persia, anjing pesek atapun anjing centil yang terang semua jilatannya itu ialah najis.
Terlepas apakah anjingnya sudah di mandikan atapun belum, sudah gosok gigi atapun belum.

3. Najis Mu Tawasitoh

Najis ini ialah najis pertengahan, yaitu najis – najis yang akan suci kalau sudah hilang sifat – sifatnya menyerupai bau, rasa, dan rupanya.
Najis ini terbagi dalam dua jenis, yaitu :

Najis Ainiyah , yaitu najis yang berwujud nampak sanggup dilihat oleh mata. Seperti kotoran, bangkai yang darahnya mengalir dan lain – lain

Najis Hukmiyah, yaitu najis yang tidak terlihat bendanya, menyerupai bekas arak yang sudah kering. bekas air kencing dan lain – lain.
Nah untuk air kencing yang ada di kawasan kencing di WC – WC umum menyerupai di mall di mesjid ataupun di kantor maka hukumnya ada disini.
Dan ketika beribadah haruslah hilang.

Baca Juga  Solat Berjamaah Atau Sendirian?

Kesemuaan ini ialah najis yang harus tidak ada dalam ibadah kita menyerupai dalam solat.
Silahkan baca juga 4 tanda solat yang di terima

Apabila ada maka harus di sucikan dulu dengan cara meghilangkannya dengan air hingga hilang bau, rasa, dan rupanya.

Najis Yang masih Di maafkan 

Namun demikian diantara najis memang ada yang masih sanggup dimaafkan.
Maksudnya ialah tidak usah di basuh kalau ada najis tersebut, menyerupai bangkai binatang yang tidak mengalir darahnya, abses yang sedikit, bubuk – bubuk di lorong rumah yang memerciki pakaian atau kawasan solat.

Contoh lain misalkan bangkai cecak atau tikus yang masuk dalam makanan beku atau padat cukup di buang penggalan yang terkena bangkai tersebut saja penggalan yang lainnya silahkan di gunakan.
Naun kalau masuk dalam makanan yang cair maka kesemuaan makanan tersebut terkena najis dan harus di buang. Hal ini alasannya ialah sulit sekali di bedakan mana yang terkena najis mana yang tidak. Mungkin alasannya ialah cairan niscaya akan tercampur pada semua bagian.

Mungkin demikian pembahasan wacana najis ini, gampang – mudaham bermanfaat. Amin.

loading...