Mengenal Sejarah OSPEK di Indonesia, Seperti Apa Sebenarnya?

Mengenal Sejarah OSPEK di Indonesia, Seperti Apa Sebenarnya? – Setelah dirimu diterima di perguruan tinggi impianmu, kini dirimu harus menjalani tahapan awal sebagai seorang mahasiswa baru. Hal pertama yang mungkin akan menyambut dirimu sebelum memulai perkuliahan adalah OSPEK atau masa orientasi mahasiswa. Namun, sudahkah dirimu tahu bagaimana asal usul atau sejarah OSPEK di Indonesia? Jika belum, simak informasi dan penjelasan dari Mamikos berikut ini.

Informasi Terkini Seputar Sejarah OSPEK di Indonesia

kagama.co

dirimu mungkin bertanya-tanya bagaimana OSPEK bisa ada hingga sekarang dan bagaimana soal kemunculan awalnya. Perlu dirimu ketahui, hampir semua perguruan tinggi di Indonesia akan mengadakan OSPEK sebagai salah satu cara untuk menyambut para mahasiswa baru. Mungkin OSPEK yang dirimu pahami saat ini adalah suatu hal yang menyeramkan karena akan dimarahi oleh kakak tingkat atau tugas menumpuk yang diberikan oleh mereka. Sebelum dirimu berpikir lebih jauh soal itu, simak terlebih dahulu penjelasan tentang sejarah OSPEK di Indonesia yang berikut ini.

Apa Itu OSPEK?

Saat dirimu masuk ke jenjang SMP dan SMA, dirimu mungkin sempat menghadapi yang namanya MOS atau Masa Orientasi Siswa. Dalam MOS, dirimu akan dikenalkan tentang lingkungan sekolah, sistem pendidikan, budaya sekolah, hingga guru-guru yang nanti akan dirimu temui selama proses belajar-mengajar. Pada dasarnya, MOS dan OSPEK adalah hal yang serupa, yaitu mengenalkan lingkungan sekolah dan memberikan pengetahuan kepada para murid baru. Dalam konteks OSPEK, mahasiswa baru akan dikenalkan dengan lingkungan, budaya, serta sistem yang ada di kampus bersangkutan.

OSPEK sendiri merupakan singkatan dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus. Dalam OSPEK, pihak panitia biasanya terdiri dari kakak tingkat dirimu yang akan menjelaskan seputar dunia perkuliahan. Biasanya OSPEK dibagi menjadi beberapa tingkat yang dijalankan selama kurang lebih satu minggu, yaitu tingkat universitas, tingkat fakultas, dan tingkat jurusan atau program studi. Namun beberapa perguruan tinggi hanya menerapkan OSPEK tingkat universitas dan tingkat fakultas saja atau malah hanya tingkat universitas saja.

Fungsi OSPEK

Perlu dirimu ketahui bahwa OSPEK tidak serta merta diadakan hanya untuk menyusahkan para mahasiswa baru. Ada beberapa fungsi OSPEK yang harus dirimu ketahui sebelum menganggap bahwa OSPEK adalah hal negatif. Berikut penjelasannya.

  1. Fungsi orientasi bagi mahasiswa baru untuk memasuki dunia Perguruan Tinggi yang berbeda dengan belajar di sekolah lanjutan.
  2. Fungsi komunikatif yakni komunikasi antara civitas akademika dan pegawai administrasi kampus.
  3. Fungsi normatif yakni mahasiswa baru mulai memahami, menghayati dan mengamalkan aturan-aturan yang berlaku di kampus.
  4. Fungsi akademis yakni pengembangan intelektual, bakat, minat dan kepemimpinan bagi mahasiswa.

Tujuan OSPEK

Selain fungsi, ada beberapa tujuan diadakannya OSPEK untuk para mahasiswa baru. Apa saja tujuan OSPEK? Simak penjelasannya di bawah ini.

  1. Mengenal dan memahami lingkungan kampus sebagai suatu lingkungan akademis serta memahami mekanisme yang berlaku di dalamnya.
  2. Menambah wawasan mahasiswa baru dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di kampus secara maksimal.
  3. Memberikan pemahaman awal tentang wacana kebangsaan serta pendidikan yang mencerdaskan berdasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan.
  4. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu belajar di Perguruan Tinggi serta mematuhi dan melaksanakan norma-norma yang berlaku di kampus, khususnya yang terkait dengan Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa.
  5. Menumbuhkan rasa persaudaraan kemanusiaan di kalangan civitas akademika dalam rangka menciptakan lingkungan kampus yang nyaman, tertib, dan dinamis
  6. Menumbuhkan kesadaran mahasiswa baru akan tanggung jawab akademik dan sosialnya sebagaimana tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi
  7. Untuk bisa saling beradaptasi antar sesama mahasiswa.

Manfaat OSPEK

Dari penjelasan di atas, dirimu mungkin masih meragukan apakah OSPEK itu sesuatu yang harus dilakukan atau tidak. Tapi secara tidak dirimu sadari, ada begitu banyak manfaat yang dirimu dapatkan dari adanya OSPEK di kampus dirimu. Manfaat itu baru akan dirimu rasakan setelah dirimu selesai menjalani OSPEK. Berikut adalah beberapa manfaat OSPEK untuk dirimu.

  1. Kenal lebih dekat dengan teman satu angkatan
  2. Membuat lebih bisa beradaptasi dengan lingkungan kampus
  3. Lebih tahu kondisi kampus
  4. dirimu akan mempelajari tentang arti kerjasama
  5. Melatih mental
  6. Lebih memahami sistem akademik kampus
  7. Menambah pengalaman dan cerita

Selengkapnya Tentang Sejarah OSPEK di Indonesia

kompas.com

Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah OSPEK di Indonesia sendiri? Saat ini, banyak perguruan tinggi yang sudah menghilangkan OSPEK dengan sistem plonco yang sering dijadikan ajang balas dendam para kakak tingkat. Pemerintah juga telah melarang adanya perploncoan dalam penyelenggaraan OSPEK di seluruh kampus maupun sekolah yang ada di Indonesia. Namun, tahukah dirimu bahwa sebenarnya OSPEK sudah ada sejak zaman penjajahan dan justru lebih seram dari yang dirimu bayangkan?

Ya, sejarah OSPEK di Indonesia sebenarnya telah dimulai sejak Belanda menjajah Indonesia. Bagaimana sebenarnya OSPEK yang terjadi saat itu? Berikut adalah penjelasan seputar sejarah OSPEK di Indonesia dari Mamikos.

Sejarah OSPEK di Indonesia Pada Masa Penjajahan Belanda

Sejarah OSPEK di Indonesia, dijelaskan oleh Mohammad Roem, sebenarnya sudah mulai ada sejak tahun 1900-an ketika Belanda menjajah Indonesia. Pada tahun 1924, Roem menjalani OSPEK ketika masuk ke Stovia atau Sekolah Dokter Bumiputera. Saat itu, OSPEK sendiri bernama ontgroening yang berarti hijau (groen) dalam bahasa Belanda untuk mengumpamakan para murid baru. Istilah ontgroening itu sendiri dimaksudkan untuk menghapuskan “warna hijau” tersebut agar mereka menjadi dewasa dan berkenalan dengan teman-teman di seluruh Stovia.

Ontgroening itu sendiri sebenarnya sudah terjadi selama bertahun-tahun namun tidak pernah ada hal-hal di luar batas atau berita buruk yang terdengar. Ontgroening saat itu memang dilakukan selama tiga bulan dan suasana sangat ramai di sekolah berasrama tersebut. Semua dikarenakan pengawasan dan peraturan OSPEK yang sangat ketat. Peraturan tersebut di antaranya seperti waktu OSPEK yang dibatasi, tidak boleh digunduli, tidak boleh melakukan OSPEK di waktu istirahat serta waktu belajar, dan hanya boleh dilakukan di dalam tembok sekolah serta asrama.

Sejarah OSPEK di Indonesia Pada Masa Penjajahan Jepang

Sejarah OSPEK di Indonesia kembali berlanjut saat masa penjajahan Jepang setelah Belanda angkat kaki dari Indonesia. Pada OSPEK masa penjajahan Jepang justru terjadi penggundulan seperti yang dijelaskan oleh R. Darmanto. Perploncoan terjadi setelah Stovia berganti menjadi Ika Daigaku (Sekolah Kedokteran) dan dikelola oleh militer Jepang. Seorang mantan mahasiswa Ika Daigaku menyebutkan bahwa kata perploncoan itu sendiri muncul sebagai pengganti kata ontgroening yang sebelumnya digunakan untuk OSPEK dalam bahasa Belanda.

Plonco sendiri berarti kepada gundul yang merujuk kepada kepala gundul anak kecil. Saat itu, hanya anak kecil yang memiliki kepala gundul. Sehingga, kata plonco merujuk kepada arti seseorang yang belum mengetahui kehidupan masyarakat dan dianggap belum sampai di tahap dewasa. Maka dari itu, para murid baru yang diplonco wajib diberikan berbagai petunjuk dan pengetahuan untuk menghadapi masa depan.

Masa tersebut diduga menjadi awal mula tradisi OSPEK yang keras di Indonesia. Hal tersebut sempat diprotes oleh salah satu tokoh nasional yaitu Soedjatmoko dan kawan-kawannya. Mereka menolak untuk digunduli saat masa perploncoan tersebut. Akibatnya, Seodjatmoko dikeluarkan dari Ika Daigaku.

Sejarah OSPEK di Indonesia Periode Setelah Kemerdekaan

Sejarah OSPEK di Indonesia terus berlanjut bahkan setelah Indonesia merah kemerdekaannya. Hal tersebut dibawa oleh perguruan tinggi pertama yang dikelola pemerintah Indonesia yaitu Universitas Gadjah Mada. Tradisi perploncoan dilakukan di UGM pada saat proses penerimaan mahasiswa baru. Tak hanya itu, plonco juga terjadi di Universitas Indonesia pada bulan April tahun 1949 dan penggemblengan yang terjadi di Klaten, Solo, dan Malang.

Sejarah OSPEK di Indonesia: Sempat Hilang Sementara

Sejarah OSPEK di Indonesia yang baru akhirnya dimulai pada tahun 60-an. Penolakan dari salah satu partai politik yaitu Partai Komunis Indonesia (PKI) membuat tradisi perploncoan di Indonesia dihentikan pada tahun 1963. PKI menganggap bahwa plonco merupakan tradisi kolonial dan hal-hal yang berkaitan dengan kolonial harus dihapuskan. Sehingga OSPEK pada masa itu diberi nama Masa Kebaktian Taruna atau MKT.

Akan tetapi gejolak kembali terjadi pada tahun 1965 akibat G30S oleh PKI. Pada tahun tersebut, semua hal yang berkaitan dengan PKI diperintahkan untuk dihilangkan, termasuk salah satunya adalah MKT. Sejarah OSPEK di Indonesia kembali berlanjut pada tahun 1968 dengan diadakannya Mapram atau Masa Pra Bakti Mahasiswa sebagai salah satu ajang penyambutan mahasiswa baru. Saat itu, hukuman sebagai karena tidak mengerjakan tugas-tugas masih diberikan kepada para mahasiswa baru.

Tradisi plonco di Universitas Indonesia sempat dihentikan pada tahun 1982 dan diganti dengan OSPEK atau Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus. Acara tersebut dijadwalkan akan berlangsung di kampus UI pada tanggal 4 dan 5 Agustus 1982. Selanjutnya pada tahun 1990 di UGM, nama OSPEK baru digunakan sebagai singkatan dari Orientasi Studi Pengenalan Kampus. Hukuman fisik berupa push up dan sit up masih diterapkan saat itu.

Sejarah OSPEK di Indonesia Masa Kini

Saat ini, tradisi OSPEK masih ada di hampis seluruh perguruan tinggi di Indonesia dan menjadi menu wajib sebelum mahasiswa baru menjalani perkuliahan. Tidak sedikit yang menerapkan OSPEK keras, namun banyak juga OSPEK yang dilakukan dengan santai. Hingga akhirnya pemerintah turun tangan dan menghimbau perguruan tinggi agar tidak melakukan kekerasan saat pelaksanaan OSPEK. Meskipun terkadang harus dimarahi, perguruan tinggi tetap memberikan hal-hal positif dalam OSPEK seperti pengembangan soft skill, pengenalan lingkungan kampus, hingga menguatkan kerjasama para mahasiswa baru.

Nah, itu tadi informasi yang bisa Mamikos sampaikan seputar sejarah OSPEK di Indonesia dari awal hingga kini. Mungkin memang belum banyak yang mengetahui sejarah OSPEK di Indonesia secara lengkap sehingga cenderung menganggap bahwa OSPEK hanya akal-akalan kakak tingkat untuk mengerjai mahasiswa baru. dirimu mungkin akan sedikit kena marah kalau tidak mengerjakan tugas, tetapi percayalah bahwa semua itu dilakukan oleh kakak tingkat untuk melatih mental serta kedisiplinan mahasiswa baru. Semoga informasi ini bermanfaat! Untuk dirimu yang sedang bingung mencari tempat tinggal di dekat sekolah atau kampus idaman, dirimu bisa install aplikasi Mamikos untuk mempermudahmu.

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Loading...


Sumber: Mamikos

Loading...
loading...
close