Kebablasan Sampe Subuh Gimana Nih Puasanya Syah Ga?

Ya namanya insan terkadang lupa, atau tidak sadar atau pulas sehingga kebablasan sampe waktunya subuh. Bahkan di spiker mesjid sudah terdengar komat mau sholat subuh. 

Sementara belum mandi wajib.
Bagaimana dengan puasanya, sanggup puasa atau tidak?
Mungkin sebagian ada yang mengalami hal menyerupai itu. Habis tarawih sampe malam kemudian suami istri beribadah pada malah hari sebab ada lalarang disiang hari jadinya bangkit kesiangan sampe subuh.
Dan niscaya dalam hati bertanya – tanya puasa ramadannya gimana nih sah engga ya?
Nah berikut Guru Madrasah resumkan beberapa balasan yang pernah di baca dari web – web terpercaya, gampang – mudahan bermanfaat dan menambah yakin akan saum kita yang sedang di jalankan.

Eramuslim


Oleh Ustadz Sigit Pramowo ketika ditanya mengenai hal tersebut menjelaskanya sebagai berikut pada dasarnya sebagai berikut :
Dibolehkan mandi junub sesudah lewat waktu imsak bahkan dibolehkan sampi waktu subuh. Namun diharamkan kalau sudah melewati waktu subuh sebab orang tersebut sudah niscaya melewatkan sholat subuh.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendapati waktu subuh dalam keadaan junub sebab jima’, bukan sebab mimpi. Namun dia tidak Ifthar (berbuka) dan tidak pula meng-qadla` (mengganti) puasanya

Rumaysho

Berhubungan suami istri pada malam hari di bulan ramadhan yaitu dibolehkan. Jika kebablasan berikut ringkasan dari balasan yang di sampaikan oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc melalui rumahysho.
Dari ‘Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhuma:“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendapati waktu fajar (waktu Shubuh) dalam keadaan junub sebab bersetubuh dengan istrinya, kemudian dia shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa.” ( HR Bukhori 1926)
Dari Aisyah ra : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjumpai waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan sebab mimpi basah, kemudian dia shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa.” ( HR Muslim 1109).


Konsultasisyariah

Dalam hal ini ditulis oleh Ammi Nur Baits, berikut ringkasan urainnya:
Orang yang junub dan belum mandi hingga masuk waktu subuh tidak perlu hawatir sebab semacam ini tidak kuat pada puasanya.
Dasarnya yaitu sebagai berikut :
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh, sementara dia sedang junub sebab berafiliasi dengan istrinya. Kemudian, dia mandi dan berpuasa.” (HR. Bukhari 1926 dan Turmudzi 779)

Dalam artikel ini juga ditambahkan bolehkan sahur dalam keadaan junub?
Dalam hal ini dibolehkan makan sahur dalam keadaan junub dengan proposal mengambil wudu terlebih dahulu sebelum makan sahur.
Yang terpenting makan sahur jangan hingga masuk waktu subuh.
Dan sebelum sholat subuh mandi junuh terlebih dahulu.
Jangan hingga tidak sholat subuh sebab malas mandi. Karena mininggalakan sholat dosanya sangat besar.

Kesimpulan

Dari ketiga artikel yang di jawab oleh 3 ustadz diatas Guru Madrasah sanggup menyimpulkan kalau terjadi bablas belum mandi junub hingga waktu subuh yaitu tidak merusak saum puasa.
Saum atau puasa sanggup terus dilanjutkan.
Catatan penting yaitu jangan hingga tidak sholat subuh.
Demikian klarifikasi dari beberapa sumber suputar kebablasan sampe subuh belum madi junub. Semoga bermanfaat.
Sumber:
http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/mandi-zunub-di-bulan-ramadhan.htm
https://konsultasisyariah.com/19428-bolehkah-puasa-tanpa-mandi-wajib.html
https://rumaysho.com/1217-masuk-shubuh-dalam-keadaan-junub-sahkah-puasanya.html
loading...
close