Jenis Penelitian dan Contohnya

Jenis penelitian yang sering dipakai dalam riset sosial mencakup penelitian survey, eksperimen, grounded research, dan studi kasus. Sebenarnya, ada banyak jenis penelitian sosial, namun saya hanya akan menjelaskan beberapa jenis yang sering dipakai dalam penelitian pada umumnya saja.

Perlu digarisbawahi bahwa jenis penelitian yang paling sesuai dipakai sangat bergantung pada rumusan problem atau pertanyaan penelitian yang dirumuskan. Jika rumusan problem yang dibentuk sekiranya hanya sanggup dijawab dengan survey, maka penelitian survey menjadi jenis penelitian yang paling relevan digunakan.

Baca juga: Paradigma Penelitian Sosial

Postingan ini akan mengulas jenis penelitian sosial baik yang memakai pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Kedua pendekatan tersebut berbeda dalam konsep dan penerapan, meskipun pada beberapa detail mempunyai kesamaan. Kita akan bahas satu-persatu jenis penelitian sosial secara ringkas.

Jenis penelitian sosial

Penelitian survey

Penelitian survey yakni penelitian yang proses pengumpulan datanya dilakukan dengan cara survey memakai kuesioner atau angket sebagai instrumen penelitian terhadap sampel terpilih dari keseluruhan populasi.

Sumber data penelitian survey yakni responden yang dijadikan sampel. Secara intuitif kita sanggup pahami bahwa penelitian jenis ini memperhatikan teknik sampling secara detail. Sampel yang diambil tentu harus merupakan representasi dari populasi biar hasil riset berkualitas.

Dalam penelitian survey, unit analisis biasanya individu. Memang, tidak menutup kemungkinan untuk melaksanakan survey kepada organisasi atau rumah tangga. Namun kuesioner yang dibentuk umumnya tertuju kepada individu yang mewakili objek surveynya.

Penelitian survey sanggup dilakukan untuk aneka macam macam tujuan yang berbeda. Perbedaan tujuan survey memilih jenis penelitian survey apa yang dilakukan. Beberapa jenis penelitian survey antara lain: penelitian survey eksploratif, deskriptif, eksplanasi, evaluasi, dan prediksi.

Baca juga Metode Survey: Pengertian dan Jenisnya

Penelitian eksperimen

Jenis penelitian eksperimen sangat sesuai untuk penelitian yang berusaha mengungkap hubungan sebab-akibat antarvariabel yang diteliti. Penelitian ini dilakukan dengan cara menguji hipotesis penelitian yang sudah dirumuskan oleh peneliti sebelumnya.

Penerapan penelitian ini tentu memerlukan suatu konsep, proposisi, dan variabel yang jelas. Penelitian eksperimen sanggup dilakukan di laboraturium atau di lapangan tergantung pada objek penelitiannya.

Pada umumnya, penelitian eksperimen dilakukan dengan cara membagi dua kelompok sosial atau grup yang sama. Satu grup mendapatkan perlakuan sebagai objek eksperimen, sedangkan grup yang lain sebagai kelompok kontrol. Hasil eksperimen merupakan hasil analisis perbandingan antara kelompok yang menjadi objek eksperimen dengan kelompok kontrol.

Sebagai contoh, penelitian mengenai penggunaan KB untuk mengurangi angka kemiskinan di suatu desa. Pada satu kelompok masyarakat di desa tersebut diterapkanlah jadwal KB, sedangkan pada kelompok kontrol tidak. Pada beberapa periode tertentu dilihat perkembangannya apakah penggunaah KB sanggup mengurangi kemiskinan atau tidak dengan cara membandingkan kedua kelompok tersebut.

Jenis penelitian yang sering dipakai dalam riset sosial mencakup penelitian survey Jenis Penelitian dan Contohnya

Grounded research

Grounded research yakni jenis penelitian yang teorinya bersumber dari data lapangan. Penelitian jenis ini muncul lantaran didorong oleh stagnansi teori dalam penelitian sosial. Salah satu problem utama dalam penelitian yakni peneliti membawa teori atau konsep yang sudah ada di kepala ke lapangan, sehingga apa yang berada di lapangan cenderung menyesuaikan teori yang sudah ada di pikiran.

Padahal penelitian semestinya harus mengikuti apa yang senyatanya ada di lapangan. Kaprikornus teori mengikuti data, bukan data mengikuti teori. Penelitian grounded yakni tipikal penelitian kualitatif dimana peneliti biasanya meninggalkan apa yang telah ada dalam konstruksi pikirannya sebelum turun lapangan.

Data yang diperoleh dalam penelitian grounded merupakan konstruksi data lapangan tanpa intervensi teori dari peneliti sebelumnya. Hasil akhirnya, data tersebut memverifikasi teori atau bahkan hipotesis yang sudah ada sebelumnya. Jadi, data berperan penting dalam memilih apakah teori atau hipotesis yang berlaku sebelumnya relevan atau tidak.

Baca juga: Jenis Data Penelitian

Data dalam penelitian grounded umumnya dikoleksi melalui wawancara mendalam. Proses wawancara dilakukan dengan memberi kebebasan informan untuk bercerita dalam menjawab pertanyaan. Selain wawancara, observasi partisipatoris juga dilakukan guna mencatat kenyataan apa saja yang ditemui di lapangan.

Studi kasus

Jenis penelitian studi kasus juga merupakan tipikal riset kualitatif. Riset ini umumnya dilakukan untuk mengeksplorasi satu kasus tertentu yang menjadi fokus penelitian. Boleh dibilang, jenis penelitian studi kasus seakan-akan dengan grounded dalam aspek pengumpulan data, namun mempunyai ruang lingkup yang sangat terbatas.

Jika penelitian grounded menyambut dengan tangan terbuka segala kemungkinan yang ditemukan di lapangan, termasuk temuan diluar fokus penelitian, maka penelitian studi kasus cenderung enggan untuk berpaling pada temuan lain bila sudah keluar dari fokus pembahasan.

Studi kasus juga sanggup dimulai dengan menciptakan teori atau hipotesis yang akan diuji di lapangan. Namun demikian, data yang ditemukan di lapangan berperan untuk mengonfirmasi atau mengkonfrontasi teori atau hipotesis yang disusun sebelumnya.

Sebagai contoh, kita akan menerapkan penelitian studi kasus dengan topik wacana imbas sosial teknologi nuklir di Yogyakarta. Kasus yang kita teliti dibatasi hanya pada imbas sosialnya saja. Lebih tepatnya, imbas sosial dari teknologi nuklir di Yogyakarta. Teori yang berkembang, contohnya menyampaikan bahwa masyarakat sekitar menjadi lebih khawatir dan was-was lantaran keberadaan fisik teknologi nuklir. Setelah turun lapangan, ditemukan fakta bahwa ternyata problem utamanya bukan keberadaan fisik teknologi nuklir, namun proses sosialisasi yang gagal.

Dengan demikian, teori wacana keberadaan fisik nuklir sebagai penyebab kehawatiran gugur. Data yang ditemukan menyampaikan bahwa teori wacana kegagalan sosialisasi rebih relevan untuk menggambarkan tingkat kekhawatiran masyarakat.

Baca juga: Penelitian Studi Kasus

Dari keempat pola jenis penelitian di atas, kita sanggup mengidentifikasi bahwa titik berat dua jenis penelitian pertama, yaitu penelitian survey dan eksperimen yakni pada pendekatan kuantitatif. Sedangkan dua jenis penelitian lainnya, yaitu grounded research dan studi kasus mempunyai titik berat pada riset kualitatif.

Baca juga Metode Penelitian: Pendekatan, Jenis & Contohnya

loading...
loading...
close