Hal – Hal Yang Membatalkan Wudhu

Guru Madrasah, kali ini ingin membuatkan seputar bersuci. Pembahasan kali ini ialah hal – hal yang membatalkan wudhu. Pembahasan sebelumnya silahkan sanggup disimak tata cara ber wudhu.

Baiklah pribadi pada pembahasan, berikut ialah hal- hal yang membatalkan wudhu.

1. Kencing / Pipis / Buang Air Kecil ( BAK)

Ini berdasarkan sebuah hadist berikut ini yang artinya :” Alloh tidak akan mendapatkan sholat sesorang dari kalian kalau ia berhadst hingga dia berwudhu..” ( HR Bukhori no 135)

2. Berak / Buang Air Besar

Seain dari hadist di atas hal ini berdasarkan firman Alloh dalam Al Qur’an Surat Al Maidah Ayat 6 yang artinya
“…..atau kembali dari daerah buang air ( kakus) atau menyentuh perempuan, maka kalau kau tidak meperoleh air maka bertayamumlah…..”

3. Keluar Angin / Kentut

Hal ini bersadarkan hadis berikut ini menyerupai yang di atas.
Abuhuroiroh berkata, rosululloh SAW bersabda :
” Alloh tidak akan mendapatkan sholat sesorang dari kalian kalau ia berhadst hingga dia berwudhu..” ( HR Bukhori no 135)

Kemudian seorang laki – laki bertanya :”Seperti apa hadast itu Abuhuraoirah?”
Abuhuroiroh menjawab :”Angin yang keluar dari dubur yang berbunyi atapun tidak berbunyi.”

Dalah hal ini berdasarkan pendapat Fathul bari Abuhurairah ingin menekankan bahwa kentut sebagai hadast yang kecilpun yang biasany sering terjadi termasuk daam hal yang membatalkan wudhu.

4. Keluar Madzi

Ali bin Abitholib ra berkata :”Aku seorang yang banyak mengeluarkan madzi, namun saya aib untuk bertanya kepada Rosululloh SAW pribadi alasannya ialah putrinya yang telah menjadi istriku, maka akupun meminta Mikdad ibnul Aswad ra kepada Rosululloh SAW, dan ia Rosululloh SAW pun menjawab :
“hendaklah ia mencuci kemaluannya dan berwudhu.”
(HR Bukhori dan Muslim).

5. Keluar Wadi

Keadaan wadi ini sama halnya dengan madzi yaitu membatalkan wudlu.

Pengertian Madzi dan Wadi

Madzi cairan bening tidak terlalu kental, tidak berbau keluar tidak memancar, sehabis keluar tidak lemes biasanya keluar sebelum mani keluar. Atau akan keluar saat terjadinya irekxi.

Wadi cairan bening agak kental keluar saat kencing.

6. Keluarnya Mani

Jika seseorang keluar mani wudhunya batal dan kalau hendak suci kembali maka tidak cukup dengan wudhu saja melainkan harus mandi wajib.

Pengertian mani
Mani ialah cairan yang keluar saat syahwat mencapai puncaknya, mempunyai wangi has, keluar dengan pancaran, sehabis kelar menjadikan lemas.

7. Keluar darah Haid dan Nifas

Haid dan nifas ialah darah yang keluar dari kemaluan wanita. Jika darah tersebut keluar maka wudhunya batal.

Jika kita perhatikan ke 7 hal diatas maka hal yang mebatalkan wudhu tersbut alasannya ialah keluar sesuatunya dari dua lubang yaitu lubang kemaluan dan lubang dubur. di tambah dengan satu hal berikut ini.

8. Jima Atau Senggama

Apabila seorang suami diantara empat cabang istrinya kemudian dia bersungguh – sungguh padanya ( menggauli istrinya) maka sungguh telah wajib baginya untuk mandi ( mandi wajib).
(HR Bukhori dan Muslim)

Seperti halnya keluar mani maka jima atau senggama membatalkan wudhu bahkan kalau tidak keluar mani.
Jika ingin kembali suci setelahnya tidak cukup hanya dengan wudhu, melaikan harus dengan mandi wajib.

Sebetulnya masih ada satu hal lagi hanya saja terdapat perbedaan pendapat, yaitu menyentuh kulit lawan jenis.

Makara kalau ragu – ragu batal atau tidak sebaiknya ambil yang batal saja. Supaya wudhu lagi.

Hal ini berbda pebdapat alasannya ialah mengambil pengertian yang berbeda dari satu sumber yang sama, yaitu:

‘….dan apabila kalian menyentuh wanita….

Menyentuh disini ada yang mengartikan menyentuh kulit dengan kulit ada yang mengartikan berafiliasi badan, sebagai mana cerita mariah yang menyampaikan tidak pernah di snetuh oleh laki – laki.

Demikian hal – hal yang membatalkan wudhu, biar bermanfaat.

Loading...
loading...
close