Detail Penjelasan tentang Persuasive Writing dan Cara Menulisnya

Detail Penjelasan tentang Persuasive Writing dan Cara
Menulisnya

Dalam
bahasa Inggris, terdapat beberapa keterampilan (skill) yang harus dikuasai. Salah satunya adalah keterampilan
menulis (writing skill). Untuk
menguasai keterampilan ini dibutuhkan beberapa macam latihan yang harus
dilakukan, salah satunya dengan belajar menulis berbagai jenis writing. Persuasive writing adalah jenis penulisan dalam bahasa Inggris yang
membutuhkan keahlian khusus. Apakah itu persuasive
writing?
Berikut ini adalah detail penjelasan tentang persuasive writing dan cara menulisnya.

I. Pengertian Persuasive
Writing

Persuasive writing adalah jenis penulisan dalam
bahasa Inggris yang bertujuan untuk menyakinkan para pembaca untuk percaya
kepada sebuah ide dan untuk membujuk mereka untuk melakukan sesuatu. Banyak
jenis penulisan, seperti kritik, review, editorial, proposal, iklan, dan brosur
menggunakan cara membujuk (persuasive
ways
) yang berbeda untuk mempengaruhi para pembaca. Dalam persuasive writing, seorang penulis
haruslah mendukung ide atau pendapatnya tesebut dengan argumen yang jelas yang
disertai dengan berbagai fakta dan alasan yang masuk akal.

II. Teknik dalam Persuasive
Writing

Pada
umumnya, terdapat 3 jenis teknik dalam penulisan teks persuasif (persuasive writing) yaitu sebagai
berikut:

Dengan menyajikan bukti yang kuat, seperti berbagai fakta dan bukti
statistik, pernyataan dari para ahli, dan hasil penelitian yang terbukti
kredibilitasnya. Para pembaca akan dapat diyakinkan untuk dapat mendukung
posisi penulis atau setuju dengan pendapat penulis tersebut jika didukung oleh
bukti yang dapat diverifikasi kebenarannya.

Dengan menyajikan contoh yang relevan, pasti dan masuk akal akan dapat
meyakinkan para pembaca akan pendapat atau ide sang penulis. Berbagai contoh
tersebut dapat didasari dengan adanya observasi atau dari pengalaman pribadi
sang penulis.

Dengan menyajikan informasi yang akurat, terbaru dan seimbang juga akan
menambah kredibilitas persuasive writing)
seorang penulis. Sang penulis tidak hanya mempresentasikan bukti terbaru yang
mendukung ide atau pendapat pribadinya saja, namun ia juga menjelaskan bukti –
bukti yang bertolak belakang dengan idenya. Dalam sebuah penulisan, ide seorang
penulis sebaiknya diutarakan secara lengkap.

III. Elemen dalam Persuasive
Writing

Terdapat
tiga elemen dalam persuasive writing yang harus diingat sebelum menulis teks persuasif yaitu sebagai berikut:

This element is the appeal to
reason and logic. It can be expressd by using facts presented in logical
manner.

(Elemen ini merupakan kualitas alasan dan logika. Elemen ini dapat
diekspresikan dengan menggunakan berbagai fakta yang dipresentasikan dengan
pernyataan yang masuk akal)

This element is the appeal to
ethics. It is used to convince readers that the writer is right from an ethical
point of view.

(Elemen ini merupakan kualitas etika. Elemen ini digunakan untuk meyakinkan para pembaca bahwa ide atau opini sang penulis benar dilihat dari sebuah sudut pandang)

This element is the appeal to
emotion. It is used to awaken the readers’ sympathy, sadness, anger, or any
other kind of emotion so that the writer needs to make his / her argument more
convincing
.

(Elemen ini merupakan kualitas emosi. Elemen ini digunakan untuk
membangkitkan simpati, kesedihan, kemarahan, atau berbagai jenis emosi lain
dari para pembaca sehingga sang penulis perlu membuat pernyataan / argumennya
lebih meyakinkan)

IV. Topik dalam Persuasive
Writing

Topik
dalam persuasive writing ini bisa
sangat beragam dan mencakup berbagai bidang. Di bawah ini adalah beberapa
contoh topik dalam persuasive writing yang
ditulis dalam bentuk pertanyaan agar lebih mudah dipahami.

  • Is a fashion trend a
    bad or a good thing for society?

(Apakah tren fesyen merupakan sesuatu yang buruk atau baik untuk
masyarakat?)

  • Should abortion be
    banned?

(Haruskah aborsi dilarang?)

  • Should children get
    payment from their parents for doing home chores?

(Haruskah anak – anak mendapatkan bayaran dari orang tuanya untuk melakukan
pekerjaan rumah?)

  • Are cats better pets
    than dogs?

(Apakah kucing hewan peliharaan yang lebih baik daripada anjing?)

  • Should gambling be
    banned in this country?

(Haruskah taruhan dilarang di negara ini?)

  • Are good-looking
    people being underestimated because they look good?

(Apakah orang – orang yang berpenampilan menarik direndahkan karena mereka
terlihat mnarik?)

  • Should every family
    have a detailed survival plan for natural-distaster situations?

(Haruslah setiap keluarga memiliki rencana penyelamatan yang detail untuk
situasi bencana alam?)

(Apakah semua orang egois?)

  • Is human behavior
    determined by genetics?

(Apakah perilaku manusia ditentukan oleh genetik?)

  • Should there be
    borders between countries?

(Haruskah ada batasan antar negara?)

  • Does globalization
    delete the borders between countries?

(Apakah globalisasi menghapuskan batasan antar negara?)

V. Bagian – Bagian Persuasive
Writing

Sebuah
tulisan / essay dalam bahasa Inggris,
termasuk persuasive writing, pada
umumnya memiliki tiga bagian sebagai berikut:

Bagian introduction adalah bagian
dimana seorang penulis mengenalkan sebuah topik dan menjelaskan thesis statement-nya.

Pada bagian ini adalah bagian dimana seorang penulis menyatakan fakta dan
membuktikan thesis yang telah ditulis
dengan berbagai argumen / pernyataan dan tidak menyetujui pernyataan lawan.

Seperti judulnya, conclusion yang
bermakna “kesimpulan”, berisi semua poin yang telah diutarakan pada bagian isi
agar mendapatkan akhiran yang masuk akal (logical
ending
).

Demikianlah
detail penjelasan tentang persuasive
writing
dan cara menulisnya. Dengan banyak berlatih menulis, kemampuan
menulis kita akan meningkat dan kita akan terbiasa menulis dalam bahasa
Inggris. Semoga bermanfaat!

Loading...
loading...
close