Dasar Rancangan Percobaan

Rancangan percobaan merupakan ilmu yang mengkaji penentuan kerangka dasar acara pengumbulan data dan isu terhadap objek yang dikenai perlakuan dan mempunyai vatiasi menurut prinsip statistika.  Statistika yakni pengkuantifikasian atau kuantitatifan dari hasil hasil pengamatan terhadap bencana baik terhadap keberadaan sifat atau karakteristik, wilayah atau daerah dan lain sebagainya. penerapan statistika dalam kehidupan sehari-hari mempunyai kegunaan untuk mengurangi tindakan yang menghasilkan bias yang mensugesti keakuratan data.

Macam-macam Statistika

1. statistika deskriptif, yakni pencatatan dan peringkasan hasil pengamatan secara kuantitatif. Statistika deskriptif sanggup dilakukan sehabis mendapatkan data, baik data primer ataupun data sekunder yang kemudian dianalisis sehingga kesimpulan  diambil dari pengolahan data tersebut.

2. Statistika inferensia, yakni penarikan kesimpulan dari beberapa fakta dan pengambilan keputusan menurut fakta tersebut. sanggup dikatakan statistika inferensia yakni lanjutan dari statistika deskriptif sehingga kesimpulan yang ditarik pada statistika inferensial yakni lebih menurut pada pengambilan keputusan untuk suatu fakta yang terjadi.

Kegunaan utama ilmu statistika yakni untuk menerangkan hipotesis atau dugaan sementara terhadap suatu permasalahan di bidang bidang tertentu. Dengan adanya hipotesis yang diuji memakai statistika, maka pengambilan keputusan diperlukan yakni keputusan yang sempurna menurut data data yang akurat.

Perhitungan memakai statistika daat dijadikan metode untuk menghasilakn rekomendasi menurut engamatan atau enelitian yang telah dilakukan. rekomendasi tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat sehingga rekomendasi benar-benar didapat dari sumber yang telah melaksanakan penelitian dan dilakukan secara sistematis. dengan cara tersebut maka rekomendasi yang diberikan yakni rekomendasi yang tepat.

Pengertian Percobaan

Pengertian percobaan yakni investigasi atau pengujian untuk mendapatkan fakta fakta gres atau untuk memperjelas serta menolak pada hasil hasil percobaan yang pernah dilakukan yang dijadikan dijadikan acuan. sehingga sanggup jadi pengertian percobaan yakni penyempurnaan dari penelitian-penelitian yang sudah ada. Dengan membandingkan fakta ataupun hasil analisis

Tujuan Percobaan

Maksud adanya suatu percobaan tersebut dibagi dalam dua kategori.
1. estimasi atau dugaan dalam hal ini Percobaan meliputi untuk penentuan besar perbedaan respon maupun meramal tingkat respon
2. Tujuan suatu hipotesis apakah hipotesis hipotesis tersebut diterima atau ditolak.

Dasar-dasar Percobaan

konsep yang terpenting pada dasar-dasar percobaan yakni untuk mengukur serta memperkecil biasa atau error. Dasar-dasar percobaan untuk melaksanakan desain di bidang pertanian dibagi menjadi 3 :

1. Ulangan.
Ulangan yakni frekuensi munculnya perlakuan yang sama lebih dari satu. Ulangan perlu dilakukan alasannya bertujuan untuk mengukur error. Sehingga dengan memperlihatkan perlakuan yang sama pada lebih dari 1 unit percobaan apakah memperlihatkan hasil yang berbeda atau tidak.

2. Pengacakan
pengacakan yaitu setiap unit percobaan harus mempunyai peluang yang sama untuk mendapatkan suatu perlakuan tertentu. jadi dengan pengacakan tidak ada ke terpilih akan dari peneliti pada masing-masing unit percobaan. Tujuan dari adanya pengacakan yaitu menghindari bias atau error.

3. Pemblokan
pembelokan yakni tindakan yang memberi kesempatan yang sama pada unit percobaan yang dibagi menjadi kelompok-kelompok. Tujuan dari adanya pembelokan yakni untuk mengontrol error.

4. Simetri
simetri yakni syarat keempat dari dasar-dasar percobaan yang bertujuan untuk mendapatkan perhitungan yang lebih muda sehingga percobaan harus simetri sehingga percobaan lebih gampang dipahami.

Desain percobaan diadaptasi dengan metode penelitian yang akan digunakan. Di bidang pertanian desain percobaan dipertimbangkan dengan imbas faktor lingkungan. dikala lingkungan homogen maka desain percobaan yang dipakai akan berbeda dengan lingkungan yang heterogen. erhitungannyaun akan berbeda alasannya rumus linier yang dipakai akan disamakan dengan jumlah faktor yang memengaruhi.  Berikut yakni macam-macam dari desain percobaan yang sanggup dipakai untuk penelitian di bidang pertanian atau bidang lainnya.

Loading...

Macam-macam Desain Percobaan

1. RAL (rancangan acak lengkap)
2. RAKL (rancangan acak kelompok lengkap)
3. RBSL (rancangan bujur kandang latin)
4. Split-plot design

sehabis mendapatkan hasil dari rancangan tersebut maka dilakukan analisis untuk mengetahui beda pada masing-masing perlakuan yang diberikan terhadap satuan unit percobaan. Untuk analisis sanggup memakai analisis variasi atau anova atau istilahnyaa aadalah sidik ragam. dengan anova maka kita sanggup mengetahui variasi dari setiap perlakuan serta mengetahui tingkat error baik dari masing-masing perlakuan maupun error sampel.

Tabel anova berisikan wacana sumber keragaman yaitu perlakuan dan error. Sumber keragaman pada tabel anova akan berbeda pada tiap-tiap model desain. alasannya setiap menambahkan faktor dari lingkungan maka faktor tersebut juga akan mensugesti jumlah sumber keragaman sehingga besar lengan berkuasa juga terhadap hasil perbandingannya dan berdampak pada penarikan hipotesis.

tabel F oleh www.spssstatistik.com

Annova pertama kali dikenalkan oleh Fisher yang merupakan cara memecah total jumlah kuadrat kedalam varibale-variabelnya. konsep utama fisher yaitu mengukur dan memperkecil error yang menjadi nilai kuadrat tengah error. kuadrat tengah error dibagi dengan kudrat tengah nilai lainnya selalu menyebar mengikuti distribusi F sehingga embanding untuk menguji F hitung yakni memakai F tabel.

Metode annova yang dipakai mempunyai asumsi-asumsi tertentu. Asumsi annova tersebut menjadi syarat suatu data biar sanggup dianalisis.

Asumsi Annova

1. Galat percobaan harus independen, artinya data pengamatan harus menyebar secara bebas. hal ini terjadi apabila dalam suatu rancangan percobaan telah dilakukan pengacakan. adanya pengacakan tersebut akan memperlihatkan kesempatan yang terhadap semua perlakuan sehingga tidak ada keterpihakan dan galat yang didapatkan yakni galat independen.

2. galat percobaan harus menyebar secara normal, artinya variasi yang didapatkan menyebar secara normal contohnya data 1 diperoleh hasil 300 dan data yang lain yakni 0,5 atau angka satuan, hal tersebut akan mensugesti F hitung yang akan dibandingkan dengan F tabel. dengan jarak angka yang jauh maka disebut sebaran tidak normal dan menyebabkan terlampau banyak hasil yang di nyatakan berbeda aktual (significant).

3. Homogenitas perlakuan, artinya variasi setiap perlakuan yakni sama. perkiraan ini sangat penting alasannya dalam teknik annova galat perlakuan bersumber dari masing-masing perlakuan yang telah diberikan.

5. addivitas dari varian, dengan adanya perlakuan maka hasilpun juga harus berubah. apabila dengan beberapa perlakuan memperlihatkan hasil yang sama maka akan sukit mencari perbedaan masing-masing perlakuan.

Setelah mendaatkan hasil dari analisis variasi maka akan diketahui tingkat erbedaan ada masing-masing erlakuan yang diberikan. Aabila eprlakukan yang diberikan berbeda aktual atau f hitung lebih besar dariada  tabel maka daat dilakukan uji lanjut. ada beberapa  cara untuk melaksanakan uji lanjut. uji lanjut diadaptasi dengan jenis perlakuannya aakah erlakukan yang diberikan yakni erlakuan kuantitatif atau kualitatif. untuk perlakuan kualitatif daat memakai uji lanjut beda rata-rata dan uji trend.

Pentingnya mengetahui dasar percobaan biar memahami wacana asumsi-asumsi dari masig-masing jenis metode perhitungan dalam statistika. dengan memahami asumsi-asumsi tersebut maka akan mempermudah kita dalam memahami setiap perhitungan melalui rumus statistika. sekian penjelasannya semoga artikel ini membantu anda.

Loading...
loading...
close