Arus Listrik : Pengertian, Teori, Hambatan, Rumus, Pola Soal,

Sebagai insan yang hidup di masa globalisasi ketika iniberarti kita akan menemukan banyak sekali macam teknologi serta alat-alat yang sangat membantu kegiatan manusia. salah satu peralatan yang sangat membantu kegiatan insan yaitu mesin-mesin yang dipakai untuk menghasilkan suatu barang. beberapa peralatan yang dipakai dalam sehari-hari tidak terlepas dari listrik sebagai pelopor utama nya.

Melihat fenomena di atas maka listrik menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. sanggup kita bayangkan apabila kita sehari nggak ada maka semua kegiatan akan terhambat.  istri sendiri untuk menggerakkan sebuah mesin mempunyai jalan khusus biar mesin itu sanggup bergerak. Daripada kita bingungmari kita bahas satu-persatu wacana listrik.

PENGERTIAN ARUS LISTRIK
mungkin pada beberapa pengertian baik di buku ataupun berdasarkan para ahli,  pengertian wacana arus listrik mempunyai sedikit perbedaan tetapi pada dasarnya pada dasarnya sama. arus listrik tidak muncul begitu saja ada salah satu penyebab yang sanggup memunculkan arus listrik dan sanggup dihitung tiap satuan waktu. Arus listrik yaitu fatwa yang terjadi jawaban jumlah muatan listrik yang mengalir dari titik satu ketitik lainnya pada sebuah rangkaian tiap satuan waktu tertentu. 
Loading...
Adanya arus listrik sanggup terjadi jawaban perbedaan tegangan pada
Media penghantar arus listrik antara dua titik. sehingga tegangan pada dua titik tersebut akan mempengaruhi arus listrik yang akan mengalir pada media penghantar. semakin besar nilai tegangan pada dua titik maka semakin besar pula arus listrik yang mengalir pada media penghantar. 
untuk mempermudah dalam penulisan nilai tegangan atau nilai arus listrik maka satuan arus listrik ditulis dalam ampere atau A. namun umumnya untuk pengerjaan soal fisika yang menggunakan rumus maka simbol untuk arus listrik dinyatakan dalam karakter I atau current. 
biasanya arah fatwa arus listrik akan mengikuti arah fatwa listrik bermuatan positif sedangkan arah fatwa listrik bermuatan positif akan mencari aliean listrik bermuatan negatif. Artinya arah arus listrik akan mengalir dari muatan positif menuju ke muatan negatif atau sanggup diartikan juga bahwa arus listrik akan mengalir dari listrik yang mempunyai potensial tinggi menuju potensial rendah. 
nah untuk mempermudah berdasarkan arah alirannya arus listrik dibagi menjadi dua yaitu :

1. Arus listrik yang mengalir dari titik muatan positif ke titik muatan negatif, atau biasa disebut arus searah (direct current/DC).

2. Arus yang mengalir secara berubah-ubah dan tidak menentu pada tiap satuan waktu, atau biasa di sebut dengan arus bolak balik (alternating current/AC).

HAMBATAN PADA ARUS LISTRIK

Ilustrasi gambar oleh fisikazone.com

setiap satu rangkaian untuk mengalirnya suatu listrik maka akan terdapat beberapa kendala yang sanggup dihitung. Hambatan arus listrik dihitung dengan membandingkan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik atau semisal saja resistor dengan arus listrik yang melewatinya. untuk mempermudah perhitungan, kendala arus listrik sanggup menggunakan rumus sebagai berikut :

R = V/I

Keterangan:
v yaitu tegangan
I yaitu arus
r yaitu kendala (ohm)

KUAT ARUS LISTRIK

sehabis membaca beberapa klarifikasi diatas kita sudah mengetahui wacana pengertian dari arus listrik yaitu suatu fatwa muatan listrik positif pada suatu rangkaian dari potensial tinggi ke potensial rendah.  dengan memperhatikan rujukan gambar dibawah ini maka percobaan arus listrik sebaiknya dilakukan dengan membandingkan rangkaian dengan 1 baterai dengan rangkaian dua baterai untuk mengetahui perbedaan arus listrik yang mengalir pada masing-masing rangkaian.

Ilustrasi gambar oleh nangvanno15.blogspot.com

jikalau dilihat maka pada baterai terdapat dua kutub yang mempunyai muatan potensial berbeda. apabila kedua kutub tersebut dihubungkan menggunakan kabel yang tersambung dengan lampu maka akan terjadi perpindahan elektron dari kutub negatif ke kutub positif dan menjadikan terjadinya arus listrik dari kutub positif ke kutub negatif. Nah dari situlah yang menjadikan lampu menjadi menyala.

Karena dipengaruhi dengan muatan (coulomb), maka rangkaian yang menggunakan dua baterai akan menyala lebih terang daripada rangkaian yang menggunakan satu baterai. Bahkan jikalau rangkaian menggunakan 3 baterai maka lampu akan menyala makin terang. Apa penyebabnya ? hal tersebut disebabkan lantaran antara beda potensial kutub positif dan kutub negatif nya makin besar sehingga besar lengan berkuasa terhadap muatan muatan listrik yang mengalir pada masing-masing penghantar menjadi makin banyak sehingga arus listriknya juga semakin besar.

besarnya kuat arus listrik berbanding lurus dengan banyaknya muatan listrik yang mengalir. Dari sini sanggup ditarik kesimpulan bahwa kuat arus listrik yaitu kecepatan fatwa muatan listrik. artinya yang dimaksud dengan kuat arus listrik yaitu jumlah muatan listrik yang melewati penampang suatu penghantar pada setiap satuan waktu.

contohnya jikalau jumlah muatan q melalui penampang penghantar dalam waktu t maka kuat arus yg secara matematis sanggup dituliskan dengan rumus berikut ini :

q = I x t

keterangan:
I : kuat arus listrik (A)
q : muatan listrik yang mengalir (c)
t : waktu yang diharapkan (s)

melihat persamaan rumus diatas sanggup disimpulkan bahwa satu kolom yaitu muatan listrik yang melalui sebuah titik dalam suatu penghantar dengan arus listrik tetap 1 ampere dan mengalir selama 1 sekon sehingga kuat arus listrik berbanding terbalik dengan waktu yang diperlukan.

Apabila kuat arus listrik kecil maka waktu yang dibutuhkan besar atau sebaliknya. Namun antara waktu dengan kuat arus listrik berbanding lurus dengan muatan listrik.

Jika muatan elektron sebesar -1,6 x 10-19C dimana tanda negatif menunjukkan jenis muatan negatif, maka n atau banyaknya elektron yang menghasilkan muatan 1 coulomb sanggup dihitung menyerupai berikut ini :
1C = n x besar muatan elektron
1C = n x 1,6 x 10-19C ,
n = 1/16

Sehingga sanggup dituliskan 1C = 6,25 x 1018 elektron. 

Contoh soal
1. Arus sebesar 4 Ampere mengalir melalui kawat selama 12 sekon. berapakah besar muatan yang melewati suatu titik ? 

Diketahui :
 (I) = 4 Ampere
(t) = 12 sekon
Ditanya : (Q) dan (e)
Jawab :
Rumus arus listrik : I = Q/t
Q = I t = (4 Ampere)(12 sekon) = 48 Coulomb.

Loading...
loading...
close