8 Pemikiran yang Harus dirimu Buang Agar Skripsi dirimu Cepat Selesai

8 Pemikiran yang Harus dirimu Buang Agar Skripsi dirimu Cepat Selesai – Setelah menyelesaikan seluruh mata kuliah, kini saatnya dirimu berhadapan dengan yang namanya skripsi. Seusai menamatkan kewajiban teoritismu, sekarang tiba waktunya menguji kemampuanmu memahami berbagai materi lewat sebuah penelitian. Tidak sedikit orang mengaku bahwa momen mengerjakan skripsi adalah saat terberat selama mengamban status sebagai mahasiswa. Agar skripsi dirimu cepat selesai, yuk cek deretan pemikiran yang harus dirimu buang agar skripsi dirimu cepat selesai di bawah ini.

Deretan Pemikiran Yang Harus dirimu Buang Agar Skripsi Cepat Selesai

unsplash.com

Sebagai mahasiswa dirimu pun diwajibkan melakukan
sebuah penelitian sebagai syarat kelulusan. Ada banyak mahasiswa yang mengaku
gagal mengemban gelar sarjana karena tak mampu menyelesaikan skripsinya. Namun,
sebetulnya skripsi tidak sesulit yang kita bayangkan asalkan tahu tips dan
triknya.

Apa Itu Skripsi?

Skripsi atau tugas akhir adalah istilah yang di gunakan di Indonesia untuk mendapatkan gelar sarjana dari perguruan tinggi. Skripsi suatu karya untuk menghasilkan ilmu pengetahuan atau sesuatu yang dapat di pertanggung jawabkan secara ilmiah dan di kerjakan menurut aturan dan tata cara tertentu. Tujuan skripsi secara umum bertujuan untuk mengembangkan ilmu dari berbagai pengetahuan yang telah di pelajari selama bangku perkuliahan. Mahasiswa wajib menulis skripsi selain untuk syarat kelulusan juga untuk memberi pengetahuan dan ketrampilannya dalam menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan ilmu yang sedang di tulisnya.

Langkah-langkah Membuat Skripsi

Meskipun sebenarnya hampir semua kampus akan
memberikan buku panduan skripsi untuk para mahasiswa yang mengambil mata kuliah
satu ini, tentu akan ada beberapa dari kalian yang kurang paham dengan buku
panduan tersebut karena sebagian besar ditulis menggunakan bahasa akademik. Karena
hal itulah di dalam kesempatan kali ini Mamikos akan membahas tentang
langkah-langkah membuat skripsi dengan menggunakan bahasa yang lebih sederhana
dan mudah dimengerti. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Menentukan judul dan topik

Menentukan judul dan topik merupakan langkah-langkah
membuat skripsi yang tidak boleh terlewatkan. Hal tersebut dikarenakan
banyaknya ilmu-ilmu yang dipelajari selama di bangku kuliah membuat setiap
mahasiswa harus memfokuskannya penelitian mereka ke satu teori saja agar hasil
penelitiannya pun menjadi lebih mendalam. Biasanya, dosen akan memberikan
kebebasan penuh kepada mahasiswa untuk memilih tema yang paling mereka sukai
atau yang dianggap paling mudah. Selain itu, judul dan topik penelitian juga
bisa dirimu ambil dari berbagai perspektif dan sudut pandang.

dirimu bisa mencari isu-isu yang tengah menjadi trend
di kalangan masyarakat agar ketika waktunya terjun ke lapangan untuk mengambil
data, dirimu bisa mendapatkan hasil yang memuaskan karena banyaknya sumber yang
bisa digunakan. Walaupun misalkan dirimu ingin membuat penelitian yang lebih
berbobot agar bisa mendapatkan nilai yang baik, jangan lupa untuk
mempertimbangkan tingkat kesulitannya pula. Apakah topik ini memungkinkan untuk
kita teliti? Lalu apakah sumber datanya akan mudah untuk didapat? Dan apakah
dalam pengambilan data dirimu akan membutuhkan dana dan waktu yang lebih?

  • Pilih dosen pembimbing yang menguasai topik penelitian

Dosen pembimbing memiliki pengaruh yang cukup besar
terhadap kelancaran dalam langkah-langkah membuat skripsi yang dirimu lakukan. Perlu
diketahui bahwa walaupun berstatus sebagai dosen, sebenarnya tidak semua dosen
menguasai mata kuliah yang diajarkan. Ada dosen yang lebih menguasai
kualitatif, ada pula dosen yang lebih menguasai kuantitatif. Ada dosen yang
menguasai topik tertentu, tetapi ia justru tidak terlalu menguasai topik
lainnya.

Nah, hal ini perlu menjadi bahan pertimbanganmu.
Salah memilih dosen bisa menimbulkan kendala baru selama pembuatan skripsi. Maka
dari itu, jangan hanya memilih dosen dari cara mereka mengajar di kelas saja, tetapi
juga pilihlah dosen yang menguasai topik penelitian mu.

  • Membuat kerangka penelitian

Setelah mendapatkan judul dan topik penelitian,
selanjutnya dirimu harus menyusun kerangka penelitian. Biasanya, beberapa kampus
memiliki standar yang berbeda-beda mengenai kerangka penelitian ini, yang mana
hal satu ini sudah bisa dirimu dapatkan di buku panduan yang diterbitkan oleh
setiap fakultas. Namun secara umum, kerangka penelitian mempergunakan cover
judul, daftar isi, pendahuluan, tinjauan teoritis, metode penelitian, temuan
dan pembahasan, serta kesimpulan.

Sebelum mengarah ke sidang akhir, biasanya para
mahasiswa harus melalui langkah-langkah membuat skripsi satu ini. Sidang
proposal menjadi penentu apakah topik yang dirimu pilih disetujui atau tidak. Berhubungan
dengan poin sebelumnya mengenai kerangka penelitian, di sidang proposal ini
dirimu hanya diminta untuk membuat proposal dari bab 1 sampai dengan bab 3 saja.
Sedangkan untuk bab 4 dan bab 5 barus bisa dirimu tulis setelah melalui sidang
proposal ini.

Biasanya di sidang proposal, dirimu akan dihadapkan
oleh dosen pembimbing 1 yang mana merupakan dosen pembimbingmu sendiri dan
dosen pembimbing 2 yang pada nantinya akan menjadi penguji dari sidang skripsi
yang akan dirimu lakukan. Dalam hal ini, dirimu harus meminta persetujuan dari
kedua dosen pembimbing terlebih dahulu mengenai isi dari skripsi yang dirimu
buat. Pada nantinya kedua dosen masing-masing akan memberikan catatan perubahan
maupun perbaikan yang harus dilakukan sang mahasiswa agar isi skripsi menjadi
lebih sempurna.

  • Bimbingan dan revisi proposal

Setelah sidang proposal, selanjutnya dirimu pun sudah
bisa melakukan bimbingan dan revisi. Apapun hasil dirimu dapat ketika sidang proposal,
dirimu tetap harus melakukan bimbingan dan revisi. Hanya saja di tahap ini, dirimu
tidak hanya melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing utama saja, melainkan
juga dengan dosen pembimbing 2 atau yang pada nantinya akan menjadi penguji di
sidang akhir. Biasanya inilah yang sering kali dilupakan dan diabaikan oleh
mahasiswa.

Banyak mahasiswa yang sudah merasa aman ketika
sidang proposal berakhir. Padahal, skripsi mereka sama sekali masih jauh dari
kata selesai. Perlu diketahui bahwa di langkah-langkah membuat skripsi inilah
justru dirimu akan berhadapan dengan perjuangan yang sebenarnya. dirimu akan mulai
sering datang ke kampus untuk bimbingan, menghabiskan waktu di perpustakan
kampus, turun ke lapangan untuk wawancara atau menyebar kuesioner, hingga sering
begadang untuk menyelesaikan revisi.

Di dalam tahap ini dirimu benar-benar diharuskan untuk
menjaga stamina dan kesehatan agar tidak gugur di tengah-tengah. Proses ini
harus dirimu lakukan sampai antara dosen pembimbing 1 dan dosen pembimbing 2
sudah memberikan tanda tangan persetujuan bahwa dirimu siap maju di sidang akhir.
Apabila kedua dosen sudah memberikan tanda tangan, maka dapat dikatakan bahwa
skripsimu sudah di posisi 90 persen dari sempurna. Sisanya 10 Persen adalah
persiapanmu ujian Meja Hijau atau sidang akhir yang menjadi penentu apakah dirimu
berhak mendapatkan gelar sarjana atau tidak.

Penulisan dan penjilidan harus sesuai dengan format
yang telah dikeluarkan dan ditentukan oleh masing-masing kampus, termasuk warna
dari sampul serta sistem penulisan. Nah, langkah-langkah membuat skripsi satu
ini biasanya sudah bisa dirimu lihat di dalam buku panduan skripsi yang
diterbitkan oleh setiap fakultas. Jadi, jangan lupa untuk membaca buku panduan
itu dengan teliti.

Terakhir, adalah sidang ujian akhir. Di dalam tahap
ini, dirimu diharuskan untuk mempersiapkan presentasi sebaik-baiknya dan pastikan
bahwa dirimu benar-benar menguasai materi yang terdapat di dalam skripsi. Selain
itu, pastikan bahwa dirimu memberikan jawaban yang memuaskan ketika sang penguji
memberikan mu pertanyaan. dirimu tidak perlu memberikan jawaban yang
bertele-tele, justru penguji tidak akan suka dengan itu.

Berikanlah jawaban yang singkat, padat, dan jelas
dari seluruh pertanyaan yang diajukan. Dan yang pasti, tunjukan bahwa dirimu
benar-benar menguasai materi yang dipresentasikan. Tidak hanya itu, biasanya
presentasi akhir memiliki waktu yang telah ditentukan, dan apabila presentasi
dirimu melebihi waktu tersebut, maka dosen akan memintamu untuk berhenti dan
tidak melanjutkan presentasi lagi. Maka dari itu, pastikan pula bahwa
presentasi yang dirimu lakukan tidak melebihi jangka waktu yang telah ditentukan.

Deretan Pemikiran Penyebab Skipsi Lama Selesai

Di bawah ini ada informasi terkait deretan pemikiran
yang harus dirimu buang agar skripsi dirimu bisa cepat selesai:

1. Skripsi itu mudah

unsplash.com

Memang benar adanya bahwa kita harus selalu berpikir
positif dengan memandang bahwa skripsi bukanlah sesuatu yang sulit. Namun,
jangan sampai dirimu malah menganggap enteng skripsi ya. Karena jika dirimu sudah
memiliki pemikiran seperti ini, maka dirimu mungkin akan mudah tergoda untuk
menunda pengerjaan skripsi. Untuk itu, jauhkan pemikiran yang satu ini ya.

2. Waktu masih panjang

unsplash.com

Walaupun kebijakan tiap kampus berbeda-beda, namun pengerjaan skripsi idealnya dibatasi waktu antara 6 bulan hingga satu tahun. Dengan tenggat waktu tersebut, dirimu mungkin berpikir bahwa dirimu punya waktu yang cukup banyak untuk mengerjakan skripsi. Dengan begitu, dirimu menjadi mudah untuk menunda pengerjaan skripsi. Padahal ketika dirimu sudah memasuki masa skripsi, waktu akan terasa berjalan begitu cepat lho.

3. Dosen pembimbing killer

unsplash.com

Tak
bisa dimungkiri, karakter dosen pembimbing menjadi salah satu penentu cepat
atau tidaknya dirimu dalam menyelesaikan skripsi. Tiap dosen tentu punya karakter
berbeda-beda. Ada yang mudah ditemui dan perhatian, ada yang susah ditemui,
bahkan ada juga yang hobi memberi revisi. 
 Namun seperti apa pun
karakteristik dosen yang membimbing dirimu, dirimu harus tetap menjalin hubungan
yang baik dengannya.

Jangan
sampai dirimu berpikir negatif bahwa dosenmu killer, meski seandainya itu memang
benar. Killer atau tidaknya dosen sebenarnya tergantung dari pemikiranmu kita
sendiri. Asalkan dirimu tetap berlaku baik dan berusaha mengerjakan skripsi
dengan baik, yakinlah bahwa dirimu tetap bisa menyelesaikannya tepat waktu.

4. Malas mencari referensi

unsplash.com

Memang tidak semua orang suka membaca. Jangankan
baca buku kuliah yang setebal kitab sejarah, membaca novel tipis saja mungkin
tidak setiap orang merasa tak mampu. Tapi kalau sudah soal skripsi, mau tidak
mau dirimu harus banyak-banyak membaca.

Bagaimana dirimu bisa menerangkan gagasanmu kalau dirimu tidak terlalu paham dengan materi yang dirimu terangkan. Untuk memahami materi, tentunya dirimu harus banyak membaca referensi. Jika dirimu ingin skripsi dirimu cepat selesai, jauhkanlah pemikiran dirimu untuk malas mencari referensi. Karena jika dirimu malas untuk mencari referensi, maka skripsi dirimu pun tidak akan terselesaikan.

5. Bertanya adalah sesuatu yang memalukan

unsplash.com

Dalam mengerjakan skripsi, kita mungkin dihadapkan
pada berbagai masalah, hal yang membingungkan, atau hal yang kurang dipahami.
Dengan situasi seperti itu, bertanya bisa menjadi solusi yang tepat. dirimu bisa
bertanya kepada orang yang dianggap mengerti permasalahan yang dirimu hadapi,
seperti dosen, teman sebagai, senior, alumni, atau bahkan adik kelas.

Sayangnya, beberapa orang mungkin masih merasa
gengsi untuk bertanya atau bahkan berpikir bahwa bertanya adalah sesuatu yang
memalukan. Padahal dengan bertanya, dirimu bisa menjawab permasalahan tersebut
dengan lebih cepat daripada harus mencari tahu semuanya sendiri. Untuk itu,
kini dirimu harus membiasakan guna menjauhkan pemikiran bahwa bertanya itu adalah
sesuatu yang memalukan ya.

6. Kemampuan diri sendiri rendah

unsplash.com

Jika ada sebagian orang yang kerap menganggap
skripsi itu mudah, namun ada pula sebagian orang yang malah beranggapan
sebaliknya. Jika dirimu memiliki pemikiran bahwa dirimu tidak memiliki kemampuan
untuk bisa menyelesaikan skripsi, maka mulai sekarang jauhkanlah pemikiran
tersebut. Percayalah bahwa kita semua punya peluang yang sama untuk
menyelesaikan skripsi tepat waktu. Asalkan kita memiliki kemauan untuk terus
berusaha.

7. Tidak punya banyak teman

unsplash.com

Jangan salah, teman itu juga merupakan faktor yang
menentukan skripsimu cepat kelar atau nggak. Semakin banyak teman, semakin
banyak yang mendukung dan membantumu dalam mengerjakan skripsi. Nah, bagi dirimu
yang lagi berjuang menyelesaikan skripsi nggak ada salahnya dirimu nyari temen
sebanyak mungkin.

unsplash.com

Banyak yang telat menyelesaikan skripsi dikarenakan
ingin menunggu teman tamat. Tentunya pemikiran seperti ini harus dirimu buang
jauh-jauh. Karena jika dirimu masih menanamkan pemikiran seperti ini, maka dirimu
akan terbawa untuk malas mengerjakan skripsi dirimu. Padahal dirimu memiliki
kemampuan untuk bisa menyelesaikannya tepat waktu. Tentu akan rugi bukan?

Itulah informasi yang bisa Mamikos bagikan terkait 8 pemikiran yang harus dirimu buang agar skripsi dirimu cepat selesai. Salah satu syarat yang harus dilalui oleh seluruh mahasiswa agar dapat lulus dan meraih gelar sarjana S1 adalah dengan menyelesaikan skripsi. Skripsi dapat dikatakan pula sebagai penelitian akhir yang menjadi salah satu bukti bahwa sang mahasiswa sudah cukup mumpuni dalam menguasai ilmu-ilmu yang dipelajari selama di bangku kuliah. Jika dirimu ingin mencari informasi menarik lainnya, jangan lupa untuk kunjungi situs Mamikos secara berkala ya.

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:


Sumber: Mamikos

Loading...
loading...
close