4 Hal Baru Pada SNMPTN dan UTBK SBMPTN 2021

4 Hal Baru Pada SNMPTN dan UTBK SBMPTN 2021- Atas dasar berbagai macam pertimbangan, ketentuan serta pelaksanaan SNMPTN maupun UTBK SNMPTN tentu senantiasa mengalami perkembangan. Misalnya saja pelaksanaan UTBK SBMPTN pada tahun 2020 lalu yang terkendala oleh pandemi covid-19. PTN yang menjadi lokasi penyelenggaraan UTBK bahkan ada yang menolak kampusnya dijadikan tempat seleksi. Sejumlah daerah pun menyatakan keberatan dijadikan tempat UTBK pada 2020 lalu lantaran kegiatan ini menimbulkan kerumuman sehingga dikhawatirkan berpotensi menjadi lokasi penyebaran virus Covid-19.


Perbedaan Ketentuan SNMPTN dan UTBK SBMPTN 2021 dengan Tahun Sebelumya

ltmpt.ac.id

Terlepas dari pandemi Covid-19 yang berdampak pada penyelenggaraan UTBK SBMPTN tahun 2020 lalu, terdapat beberapa perubahan terkait ketentuan penerimaan mahasiswa baru yang dikelola oleh LTMPT. Baik berupa SNMPTN maupun UTBK SBMPTN, berikut beberapa informasi terkait hal-hal yang baru ditemui pada SNMPTN 2021 dan UTBK SBMPTN pada tahun ini.null

1. Ketentuan Pemilihan Program Studi Pada SNMPTN 2021

ltmpt.ac.id

Biasanya, peserta seleksi jalur SNMPTN maupun UTBK SBMPTN diperkenankan untuk memilih maksimal dua program studi. Kedua program studi ini dapat berada pada satu PTN yang sama maupun di dua PTN yang berbeda. Namun demikian, terdapat perubahan ketentuan untuk pemilihan program studi pada SNMPTN 2021. Apabila siswa memutuskan untuk memilih program studi dari dua PTN, maka lokasi salah satu PTN tersebut wajib berada di provinsi yang sama dengan sekolah asal.

Sebagai contoh, Lola merupakan siswi kelas 12 jurusan IPS yang tertarik untuk kuliah di program studi Manajemen. Lola kebetulan termasuk siswa eligible di sekolahnya karena selalu menempati peringkat 10 besar jurusan IPS dari kelas 10 hingga kelas 12. Lokasi sekolah Lola terdapat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, sekolah Lola memiliki nilai akreditasi A sehingga bisa dipastikan bahwa Lola terdaftar sebagai peserta SNMPTN mengingat total siswa IPS kelas 12 di sekolah Lola mencapai 100 anak.

Apabila Lola memutuskan untuk memilih 2 PTN yang memiliki program studi Manajemen, maka salah satu PTN yang dipilih oleh Lola wajib berlokasi di Provinsi DIY. Akan tetapi, jika Lola hanya memilih satu program studi, lokasi PTN yang dipilih Lola bisa bebas di provinsi mana saja.

2. Hanya Data Siswa Eligible yang Diinput oleh Sekolah ke Sistem PDSS LTMPT Pada SNMPTN 2021

ltmpt.ac.id

Pada penyelenggaraan SNMPTN tahun sebelumnya, data seluruh siswa kelas 12 diinput oleh pihak sekolah ke sistem LTMPT. Artinya, saat SNMPTN 2020 pihak LTMPT harus bersiap menampung jutaan data siswa yang masuk. Hal ini dipandang cukup memakan waktu karena pihak LTMPT harus memangkas sejumlah data agar sesuai dengan persentase kuota untuk masing-masing sekolah.

Untuk pelaksanaan SNMPTN 2021, hanya siswa yang dinyatakan eligible saja yang perlu dimasukkan dalam sistem seleksi LTMPT oleh pihak sekolah. Dengan kata lain, pihak sekolah memiliki peran yang cukup besar dalam penyelenggaraan SNMPTN 2021 ini. Selain itu, pihak sekolah juga dinilai lebih memahami kondisi siswa di sekolah masing-masing. Termasuk apabila ada siswa yang eligible namun tidak tertarik untuk masuk PTN dengan jalur SNMPTN karena akan kuliah di luar negeri atau memilih perguruan tinggi swasta. Pertanggung jawaban perihal kebenaran data siswa sepenuhnya ada pada Kepala Sekolah, meski eksekusi input datanya dapat dilakukan oleh operator sekolah.

Pedoman Penetapan Siswa Eligible Oleh Sekolah Pada SNMPTN 2021

Sebagaimana sudah sempat disebutkan sebelumnya, kewenangan untuk menentukan siswa kelas 12 yang eligible sepenuhnya berada pada pihak sekolah. Untuk itu, pihak sekolah tentu perlu memahami bagaimana alur penetapan siswa eligible pada SNMPTN 2021. Berikut pedoman penentuan siswa eligible berdasarkan informasi yang dapat diunduh di laman LTMPT.

• Login pada laman PDSS https://pdss.ltmpt.ac.id dengan menggunakan akun sekolah yang sudah didafarkan pada portal LTMPT
• Periksa profil sekolah yang menampilkan informasi sekolah serta kepala sekolah. Apabila pada profil sekolah terdapat informasi yang tidak sesuai dengan kebenaran, pihak sekolah dapat melakukan perbaikan data lewat laman http://vervalsp.data.kemendikbud.go.id
• Apabila sudah dilakukan perbaikan, operator sekolah dapat memilih opsi Perbarui Data Dari LTMPT
• Halaman yang selanjutnya ditampilkan adalah terkait jurusan. Jurusan yang ditampilkan disesuaikan dengan data yang dimiliki oleh pihak LTMT. Termasuk jumlah siswa eligible yang disesuaikan dengan persentase kuota sekolah. Pihak sekolah hanya tinggal menambahkan informasi lain terkait detail kelas yang tersedia di sekolah. Misalnya saja sekolah memiliki kelas akselerasi.
• Usai mengisi detail kelas, pilih menu SIMPAN. Jika berhasil, akan muncul notifikasi Berhasil menyimpan jurusan dan jenis studi

• Selanjutnya, pihak sekolah dapat melakukan pengisian data siswa. Namun demikian, pihak sekolah harus memastikan terlebih dahulu mengenai finalisasi data sekolah sebelum melakukan pengisian data siswa.
• Untuk menambahkan data siswa eligible, input data per siswa per jurusan satu per satu. Cara menambahkan data siswa adalah dengan menulis NISN milik siswa yang bersangkutan. Sesuaiakan juga urutan rangking siswa. Simpan jika sudah sesuai.
• Selain opsi untuk meng-input data siswa satu per satu, ada pula opsi untuk menginput beberapa data siswa secara sekaligus (opsi bulk). Caranya adalah dengan mengunduh template yang disediakan, kemudian isi dokumen dalam format Excel. Jika dokumen Excel sudah tepat, upload data dengan memilih data (choose file) untuk jurusan yang ada.
• Langkah yang tidak kalah penting adalah melakukan finalisasi data. Terdapat dua jenis data yang perlu difinalisasi yakni data sekolah dan data siswa.

3. Tak Hanya TPS, Akan Ada TKA Pada UTBK SBMPTN 2021

ltmpt.ac.id

Demi mempersingkat waktu ujian, penyelenggaraan UTBK SBMPTN 2020 lalu, tes yang diujikan hanya terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS). Tes jenis ini menakar kemampuan kognitif peserta seleksi penerimaan mahasiswa baru sehingga diharapkan dapat berhasil dalam menjalani pendidikan di PTN nantinya. Pada soal TPS, terdapat beberapa materi yang akan diujikan yaitu kemampuan penalaran umum, kemampuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, juga kemampuan memahami bacaan dan menulis.

Bagi beberapa PTN, sasil dari TPS cenderung dianggap tidak cukup untuk menjadi pertimbangan seleksi penerimaan mahasiswa baru. Untuk itu, pada UTBK SBMPTN diadakan juga Tes Kompetensi Akademik yang mengukur pengetahuan serta pemahaman keilmuan secara lebih spesifik. Di sisi lain, TKA turut mengukur kemampuan kognitif yang memiliki relasi dengan mata pelajaran selama bersekolah. Konsep yang digunakan dalam TKA adalah Higher Order Thinking Skills (HOTS).

4. Pengurangan Materi Ujian Soshum untuk UTBK SBMPTN 2021

ltmpt.ac.id

Untuk peserta UTBK SBMPTN
yang akan mengambil jurusan dalam kelompok Soshum, ada kabar gembira. Pada UTBK
SBMPTN 2021 ini, pihak LTMPT memutuskan untuk menghilangkan materi matematika
pada TKA kelompok ujian Soshum. Namun demikian, perlu diingat bahwa soal
matematika masih akan ditemukan pada Tes Potensi Skolastik (TPS). Dengan demikian,
materi TKA untuk kelompok soshum terdiri dari pelajaran Geografi, Sejarah,
Sosiologi, dan Ekonomi.

Demikian tadi informasi yang coba Mamikos rangkum terkait hal-hal baru yang ditemukan pada SNMPTN 2021 dan UTBK SBMPTN 2021. Cari tahu artikel menarik lain terkait perkuliahan di website
 Mamikos  . Download dan install aplikasi Mamikos di smartphone dirimu.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Loading...


Sumber: Mamikos

Loading...
loading...
close