4 Fakta Kenapa Anda Merasa Zonk Sehabis Lulus Sekolah

 Fakta Kenapa Anda Merasa Zonk Setelah Lulus Sekolah 4 Fakta Kenapa Anda Merasa Zonk Setelah Lulus Sekolah

Dunia terus berputar menyerupai jarum jam yang tiada mau berhenti, semakin Anda menikmatinya semakin pula Anda terbuai sampai tiada terasa bahwa Anda dihadapkan pada kenyataan hidup. Saat inilah Anda akan mulai tersadar untuk mendapati kehidupan yang sesungguhnya.

Masa-masa sekolah yang pernah Anda nikmati dahulu akan menjadi sebuah kenangan. Anda tidak akan pernah bisa memutar kembali jarum kehidupan Anda. Banyak sekali diantara lulusan sekolah mencicipi dirinya dalam keadaan masa yang dilematis. Antara pilihan kerja dan melanjutkan studi selalu menjadi bumerang. Memutuskan bekerja yang lebih mapan namun terkendala dengan kemampuan yang terbatas. Pun ketika menentukan melanjutkan studi tidak berangasan lagi, alih-alih Anda menciptakan keputusan untuk menganggur.

Jika Anda berpikir dan merasa bahwa kehidupan Anda ketika ini tidak memperlihatkan dampak yang positif terhadap perkembangan hidup Anda, Saatnya untuk cek lagi alasan kenapa Anda masih mendapati kehidupan yang zonk dan kenapa banyak hal yang terlewati begitu saja.

Menyesali yang sudah kemudian memang tidak akan ada gunanya. Namun dibalik semua itu selalu ada pelajaran yang bisa Anda ambil dari hikmahnya. Sekarang coba Anda cek lagi sejumlah alasan kenapa banyak hal dan moment terlewat begitu saja. Mungkin hal ini akan memperlihatkan solusi bagi Anda tidak mengulang kesalahan yang sama.

Fakta 1: Terjebak dalam zona nyaman.

Bisa jadi, dulu Anda masih mengenyam dunia pendidikan Anda sudah terlalu nyaman dengan rutinitas dan aktivitasmu yang biasa-biasa saja. Sehingga tidak ada kemauan atau keberanian untuk mencoba hal-hal gres demi mencapai sasaran (tujuan dan cita-cita) yang kau lakukan. Pada alhasil Anda tidak merasa memiliki kemampuan. Anda masih terlalu takut mengambil risiko atau tantangan gres untuk mencapai impianmu ini.

Fakta 2: Tidak punya janji berpengaruh untuk mencapai targetnya.

Mungkin Anda sudah menciptakan targetnya, tapi Anda tidak juga mengambil langkah-langkah untuk mencapainya, itu pada alhasil percuma juga. Kalau tidak ada janji yang dibangun untuk mencapai sasaran yang sudah dibuat, mustahil ada perkembangan yang bisa didapat. Soalnya kjika Anda ingin mencapai sebuah target, Anda harus mencurahkan banyak waktu dan tenaga untuk semua itu. Kalau tidak, tujuan dan harapan Anda mustahil bisa terpenuhi.

Fakta 3: Masih suka menunda-nunda.

Sikap lemah menyerupai suka menunda yaitu kebiasaan yang bisa menghambat banyak hal. Masih suka menunda-nunda tidak akan membawa Anda kemana-mana. Target yang seharusnya bisa dicapai tahun depan kalau bisa di kerjkan bertahap semenjak awal. Tidak akan tercapai jikalau dari awal Anda terus menundanya. Padahal waktu Anda tau bahwa waktu tidak akan pernah terulang. Selama Anda terus menunda sesuatu, maka sasaran sekecil apapun tidak akan bisa tercacapai.

Fakta 4: Kebanyakan melaksanakan hal-hal yang tidak penting.

Cobalah Anda ingat-ingat lagi selama mengenyam pendidikan, belakangan ini waktu yang Anda punya sebagian besar dihabiskan untuk apa? Apakah masih banyak hal penting yang Anda lakukan, sehingga menjauhkan dari sasaran yang ingin Anda capai? Karena tidak bisa membagi prioritas dan waktu dengan baik, Anda sering terjebak melaksanakan hal-hal yang bekerjsama tidak penting. Makara ke depannya kalau mau mencapai sasaran yang diinginkan, pastikan Anda menciptakan prioritas yang terperinci dan berkomitmen mewujudkannya.

Meskipun mungkin ada sejumlah sasaran yang tak tercapai ketika ini, saya harap Anda jangan dulu berkecil hati. Justru jadikan semangat dan motivasi gres untuk menjalani masa depan yang gres nantinya dengan janji yang lebih baik lagi, setuju?.

loading...
loading...
close