3 Faktor Penting dalam Penilaian SNMPTN 2021/2022

3 Faktor Penting dalam Penilaian SNMPTN 2021/2022 – Para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) kini telah memasuki tahap akhir dalam perjalanan sekolah, yakni menuju kelulusan. Setelah lulus, ternyata masih banyak hal yang harus ditempuh.

Bagi yang ingin melanjutkan studi ke jenjang universitas, harus melewati ujian masuk. Ujian masuk tersebut antara lain, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan ujian mandiri. Berikut ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai SNMPTN.

Mengenal jalur masuk Via SNMPTN

Detik.com

Sudahkah kalian tahu apa yang dimaksud dengan SNMPTN? Yap, SNMPTN merupakan singkatan dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. SNMPTN selalu diadakan dari tahun ke tahun. Metode masuknya pun beragam dari tahun ke tahun. Saat ini,  apabila ingin mengikuti seleksi jalur SNMPTN, caranya ialah registrasi via online. anda bisa melakukan registrasi dengan mengunjungi situs akun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

SNMPTN adalah jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa perlu tes. Jika jalur masuk lain memerlukan tes dengan Ujian Tes Berbasis Komputer (UBK), cara SNMPTN ialah dengan bertaruh nilai dan prestasi sekolah. Biasanya, PTN di Indonesia akan memilih siswa-siswi terbaik di sekolah untuk masuk di Kampus mereka.

anda juga bisa memilih jurusan saat proses pendaftaran via SNMPTN. Pada tahun-tahun sebelumnya, aturan pemilihan jurusan harus mengikuti ketentuan tertentu. Ada pun ketentuannya iala peserta pendaftar hanya dapat memilih paling banyak dua program studi dalam satu PTN atau dua PTN. Peserta juga diminta mengurutkan pilihan PTN dan program studi sebagai wujud keputusan atas prioritas pilihan.

Masuk melalui jalur SNMPTN tidak mudah, lho. Perlu memperhatikan daya tampung dari semua PTN. Daya tampung yang terbatas ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses seleksi masuk pTN dengan jalur SNMPTN.

Faktor penting dalam penilaian SNMPTN 2021/2022

Untuk bersaing pada seleksi masuk PTN dengan jalur SNMPTN, perlu memperhatikan strategi tertentu. Hingga saat ini, proses seleksi dilakukan secara rahasia oleh lembaga terkait. Pasti sulit untuk memprediksi penilaian apa saja yang membuat seseorang bisa diterima via jalur SNMPTN. Berikut beberapa info terkait faktor yang mempengaruhi masuk PTN dilansir dari infomasukptn.

1. Faktor Siswa

smadwiwarna.sch.id

Jika ingin masuk PTN dengan jalur SNMPTN, anda harus memiliki kualitas yang baik. Caranya adalah dengan rajin belajar dan berprestasi. Cara menentukan kualitas di sekolah adalah dengan melihat nilai rapor, konsistensi nilai, dan prestasi baik dibidang akademik maupun non akademik.

a. Nilai Rapor

Ternyata rapor adalah hal penting yang menjadi penentu seseorang lolos SNMPTN atau tidak. Rapor adalah buku yang selalu diterima oleh siswa di pergantian semester baru.  Buku rapor juga bisa disebut sebagai prestasi belajar akademik. Di dalam buku rapor ada nilai akademis siswa saat proses belajar. Nilai rapor ini merupakan hasil kumpulan nilai mata pelajaran dari setiap siswa yang isinya laporan nilai selama satu semester. Rapor sangat penting bagi siswa.

Tidak hanya bagi panitia seleksi SNMPTN, rapor sangat penting juga bagi siswa. Rapor bisa dijadikan oleh siswa setiap waktu untuk memotivasi untuk belajar. Dengan melihat angka rapor setiap semester, siswa akan memiliki semangat untuk mendapatkan nilai yang lebih baik dan membanggakan.  Jika punya semangat, akan mudah untuk menjaga konsistensi nilai.

b. Konsistensi Nilai

Salah satu faktor yang mendasari penilaian SNMPTN adalah konsistensi nilai siswa. Konsistensi tersebut dilihat dari peningkatan nilai per semester. Selain itu rata-rata nilai yang didapat ada baiknya mencapai angka yang dianggap bagus. Biasanya angka rata-rata di atas 8/8.5 cukup bagus.

Meskipun menjadi sarat masuk SNMPTN, ternyata menjaga konsistensi nilai tidaklah mudah. Peru menerapkan disiplin diri di sekolah. Adapun disiplin diri yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut, Yang pertama latih diri dengan memperhatikan di kelas saat guru sedang mengajar. Cara meningkatkan nilai anda adalah dengan fokus dan memperhatikan ketika pelajaran disampaikan.

Kedua, Jika anda merasa ada sesuatu yang membingungkan, segera tulis di catatan. Jika Anda tidak memahami apa yang guru katakan, sebaiknya anda memiliki catatan untuk diri sendiri. Misalnya beri tanda bahwa anda perlu mencari tahu soal itu nanti.

Ketiga, saat mencatat pelajaran sebaiknya dengan tangan bukan komputer atau laptop. Cara ini akan membuat anda lebih mudah mengingatnya. Keempat, jika anda tidak mengerti konsep atau pelajaran yang dibahas oleh guru di kelas atau pun anda tidak paham informasi dari buku yang anda baca, maka jangan takut untuk bertanya.

Ada istilah malu bertanya maka akan sesat di jalan. Trik Keenam ialah dengan memegang silabus sebagai acuan belajar. Para guru biasanya telah memberi silabus di kelas saat awal tahun atau semester. Silabus adalah daftar tertulis tentang semua subjek atau pelajaran yang akan dibahas sepanjang tahun.

Penting bagi anda untuk melihat kembali silabus ini dengan baik dan tanyakan guru tentang hal yang susah dimengerti. Silabus ini juga bisa disandingkan dengan catatan, sehingga akan membuat proses belajarmu lebih rapi dan punya tujuan.

c. Prestasi Siswa (Akademik/Non Akademik)

Selain nilai di atas rapor, prestasi siswa juga menjadi faktor penentu masuk SNMPTN. Prestasi tersebut dibagi dua, yakni prestasi akademik dan prestasi non-akademik. Yang dimaksud dengan prestasi akademik adalah kecakapan, kemampuan dan prestasi dalam sekolah atau lembaga formal yang didapatkan dari sebuah proses belajar dari waktu ke waktu.

Sedangkan prestasi non-akademik adalah kecakapan, kemampuan, dan prestasi diluar dari lembaga (non-formal) atau sekolah. Contoh dari prestasi akademik adalah: Juara olimpiade di bidang studi. Misalnya juara Olimpiade Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau juara Olimpiade Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Prestasi juga bisa berasal dari  kegiatan non-akademik di sekolah biasa disebut dengan kegiatan ekstrakurikuler. Yang dimaksud dari ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar materi pelajaran wajib di sekolah. Contoh prestasinya misalnya juara Regu Pramuka tingkat Provinsi, Juara Lomba Karate Tingkat Nasional, Juara Lomba Bernyanyi tingkat Nasional, dan lain sebagainya.

Menjaga prestasi agar diterima SNMPTN tidaklah mudah. Perlu disiplin diri dalam belajar di bidang akademik maupun non akademik.

Cara menjaga prestasi ialah dengan menguasai cara belajar yang baik, terampil membagi waktu, mencoba menyukai semua mata pelajaran, selalu menjaga sikap dan tingkah laku, selalu mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah, usahakan aktif di kelas, tetap memelihara motivasi belajar, senantiasa menjaga kesehatan, tidak boleh lupa berdoa dan ibadah, dan selalu memohon restu orangtua dalam segala kegiatan yang akan anda ikuti.

2. Faktor Sekolah

Faktor diterima PTN melalui jalur SNMPTN ternyata juga datang dari sekolah. Apabila sekolah berkualitas, maka besar kemungkinan akan masuk PTN tanpa perlu tes alias masuk melalui jalur SNMPTN. Berikut rincian faktor-faktornya.

a. Akreditasi Sekolah

Nilai akreditas sekolah ternyata jadi penentu diterima SNMPTN atau tidak. Lalu apa sih akreditasi itu? Akreditasi sekolah adalah sebuah penilaian sekolah dengan sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi sekolah dan evaluasi eksternal (kunjungan) untuk menentukan sekolah layak atau tidak dan melihat kinerja sekolah.

Kenapa akreditasi ini menjadi penting? Alasannya karena akreditasi sekolah diperlukan bagi masyarakat karena hasil akreditasi menggambarkan mutu sebuah sekolah. Dengan akreditasi, orang tua juga dapat mengetahui dan merasa yakin serta merasa nyaman dengan status legalitas sebuah lembaga yang telah diakreditasi.

Akreditasi dini dilaksanakan langsung oleh BAN-PT loh. Berdasarkan Permendikbud Nomor 59 Tahun 2012 (pasal 1 ayat 2) Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.

Bagaimana kita tahu akreditasi sebuah sekolah?  Biasanya sekolah negeri maupun swasta kebanyakan menuliskan status akreditasinya di papan nama sekolah. Info akreditasi ini juga biasa dituliskan di website sekolah, media sosial, selebaran resmi, dan lainnya. Biasanya sekolah yang bagus akan terakreditasi atau terdapat tulisan Terakreditasi oleh BAN-PT di laman resminya.

b. Banyaknya Jumlah Alumni yang pernah diterima di PTN terkait via jalur SNMPTN /Rapor

Jumlah alumi ternyata menjadi faktor penentu seseorang diterima SNMPTN. Jika jumlah alumni di sebuah PTN banyak, artinya sekolah tersebut sudah bisa dipercaya memiliki kualitas yang bagus sehingga siswanya selalu diterima di PTN tersebut.

c. IPK dan Prestasi Alumni di PTN Terkait

Ternyata prestasi alumni di sebuah PTN sangat berpengaruh pada keputusan penerimaan dengan jalur SNMPTN. Jika alumni menunjukkambuat nama sekolah prestasi yang buruk, maka akan membuat nama sekolah buruk. Cara melihat kualitas alumni di sebuah kampus ialah merujuk pada IPK.

Yang dimaksud sebagai IPK adalah singkatan dari Indeks Prestasi Kumulatif.  IPK adalah sebuah nilai yang didapatkan oleh mahasiswa yang berkuliah dan didapatkan di akhir perkuliahannya. IPK menjadi mekanisme penilaian keseluruhan prestasi seorang mahasiswa selama mengikuti sistem perkuliahan selama masa kuliah.

Pada umumnya di Indonesia diterapkan IP skala 0-4. Nilai 4.00 sempurna, nilai 3,51 ke atas disebut cum laude, dan IPK 3.00 dianggap bagus. Jika IPK dibawah 3.00 biasanya sudah sangat mendekati garis kecukupan. Biasanya nilai minimal adalah 2.75 untuk standar melamar kerja. Tapi banyak juga perusahaan mensyaratkan IPK yang bagus minimal 3, atau paling rendah 2,75. 

3. Faktor Lain

Pixabay.com

Faktor yang mendasari kesempatan diterima via jalur SNMPTN adalah prioritas pemilihan jurusan, kebijakan khusus PTN dan Faktor pemerataan daerah. Berikut informasinya

a. Prioritas Pemilihan Jurusan

Pilihan jurusan penting sekali diperhatikan dalam proses mengikuti seleksi SNMPTN. Jika sebuah jurusan ramai peminat, maka akan susah juga bersaingnya. Jurusan yang biasanya ramai peminat antara lain Teknik Informatika, Teknik Sipil, Ilmu Hukum, Ilmu Kedokteran, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Akuntansi, Manajemen Pemasaran, dan jurusan popular lainnya.

b. Kebijakan Khusus PTN

Meskipun diselenggarakan secara nasional, proses seleksi SNMPTN harus memperhatikan kebijakan khusus PTN. anda perlu memperhatikan aturan khusus masing-masing PTN. Aturan khususnya misalnya lintas jurusan dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Aturan lintas jurusan biasanya diatur oleh masing-masing PTN. anda harus selalu cek di website SNMPTN apabila mengambil jurusan di bidang yang berbeda dari jurusan SMA.

c. Faktor Pemerataan Daerah

Kebijakan di seleksi SNMPTN saat ini adalah memberikan kuota/jatah kepada daerah yang biasanya masih belum semaju perkotaan. Tujuannya kelak mahasiswa yang sudah diterima di PTN, setelah lulus bisa memajukan/berkontribusi untuk daerah asal. Beberapa siswa dari wilayah terpencil di Indonesia mendapatkan jatah daerah, walaupun nilai raport dan indeks sekolah mereka relatif tidak sebaik peserta SNMPTN lain yang berasal dari kota besar.

Bagaimana? Sudah menyiapkan diri untuk masuk SNMPTN? Harus sering menjaga informasi seputar SNMPTN ya. Kunjungi terus web Mamikos untuk mendapat informasi segar seputar dunia perkuliahan.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Loading...


Sumber: Mamikos

Loading...
loading...
close