27 Tips Menyambut Bulan Ramadhan Dengan Penuh Khidmat Dan Semangat

27 Tips Menyambut Bulan Ramadhan dengan Penuh Khidmat dan Semangat – Waktu mempunyai sifat terus berjalan, jam demi jam terus melaju tanpa seorang pun sanggup menghentikannya, dan tidak ada satu orang pun diantara kita yang sanggup menghentikan waktu walau hanya sedetik. Tanpa terasa bulan kini (dalam kalender Hijirah) sudah memasuki bulan Sya’ban, itu menunjukan bahwa bulan depan  kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, bulan penuh pahala dan bulan penuh kebaikan.

 Tips Menyambut Bulan Ramadhan dengan Penuh Khidmat dan Semangat 27 Tips Menyambut Bulan Ramadhan dengan Penuh Khidmat dan Semangat
27 Tips Menyambut Bulan Ramadhan dengan Penuh Khidmat dan Semangat

Bagaimana pun keadaan kita, apakah kita siap atau tidak siap, maka bulan Ramadhan pastilah akan datang, dan tentu beruntunglah orang yang sudah mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan, karena dengan persiapan tentu saja balasannya akan lebih baik. Berbicara wacana persiapan, apa yang mesti kita persiapkan untuk menyambut Ramadhan. Berikut beberapa persiapan yang harus kita persiapkan, yaitu:

1. Bertobat

Pertobatan yakni salah satu hal yang mesti kita lakukan sebagai umat islam sebelum datangnya bulan puasa. Di hari-hari sebelumnya kita sebagai insan tentunya tidak luput dari kesalahan dan dosa. Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk bertobat dan meminta mapun pada Allah SWT. Dengan pertobatan hati kita akan lebih siap menyambut ramadhan dan menjadi lebih tenang, namun, bertobat bukan hanya pada verbal saja melainkan harus dibuktikan dengan perbuatan. Jika sebelumnya kita malas untuk shalat, sering melaksanakan perbuatan maksiyat hendaknya mulai dikala ini kita tinggalkan hal-hal tersebut. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat AN Nur ayat 31 yang bunyinya

 وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون

“Dan bertaubatlah kau sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kau beruntung.” (QS. An-Nur: 31).

Rasullullah SAW sendiri yang sudah dijamin ma’sum atau terjaga dari dosa tetap melaksanakan taubat apalagi kita yang hanya umatnya yang sering berbuat dosa sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Muslim :

“Wahai manusia! Bertaubatlah kepada Allah, bahwasanya saya bertaubat (kepada Allah) dalam sehari seratus kali” (HR. Muslim)

2. Memantapkan niat

Tidak akan tepat ibadah seseorang tanpa niat yang lapang dada dan tulus. Sebelum datangnya bulan ramadhan niatkan hati kita untuk menjalankan segala amal ibadah khususnya dibulan ramadhan hanya untuk mencari ridho semata dan tanpa niatan yang lain contohnya niat ingin pamer, sok alim dan sebagainya. Buanglah jauh-jauh pikiran semacam itu dan yakinkah hati kita bahwa ramadhan yakni bulan dimana kita sanggup memperbaiki segala amal ibadah kita.

3. Berdoa

Berdoa yakni salah satu kewajiban kita terhadap Allah SWT dan menjelang ramadhan kita hendaknya senantiasa berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT. Doa yakni sarana komunikasi kita kepada Allah SWT dan pada bulan ramadhan doa kita akan senantiasa dikabulkan jikalau dilakukan dengan sungguh-sungguh.

4. Memperbanyak ibadah sunnah

Sebelum memasuki bulan ramadhan tidak ada salahnya kita mempersiapkan diri dan melatih diri untuk melaksanakan ibadah sunnah menyerupai shalat sunnah contohnya shalat dhuha dan ibadah sunnah lainnya. Ibadah sunnah ini sanggup dilakukan dan lebih baik daripada hanya menghabiskan waktu untuk menonton TV atau melaksanakan hal lain yang tidak penting.

5. Berpuasa di bulan Syaban

Sebelum berpuasa dibulan ramadhan kita sebaiknya melatih kebiasaan berpuasa dengan menjalankan puasa sunnah di bulan syaban sebagaimana hadist Rasullullah SAW yang bunyinya

لا يَصُومُ ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلا رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Dari ‘Aisyah radhiallahu ’anha: “Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam berpuasa hingga kami menyampaikan (mengira) dia tidak pernah berbuka. Dan (lain waktu) ia tidak berpuasa hingga kami menyampaikan (mengira) dia pernah berpuasa. Dan saya tidak melihat Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam menyempurnakan puasa sebulan penuh selain di bulan bulan mulia dan saya tidak melihat Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam memperbanyak berpuasa selain di bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari Muslim)

“Saya bertanya, Wahai Rasulullah saya tidak pernah melihat anda berpuasa di antara bulan-bulan yang ada menyerupai engkau berpuasa pada bulan Sya’ban?” (Beliau) bersabda: “Itu yakni bulan yang sering diabaikan orang, antara Rajab dan Ramadan. Yaitu bulan yang di dalamnya diangkat amal (seorang hamba) kepada Tuhan seluruh alam. Dan saya senang dikala amalanku diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.” (HR. Nasa’i).

6. Memperbanyak membaca Alqur’an

Membaca Alqur’an tidak hanya mempunyai banyak manfaat (baca manfaat baca Quran setiap hari) tetapi juga sanggup menciptakan hati dan pikiran kita hening sehingga kita sanggup menyambut datangnya bulan ramadhan hati dan pikiran yang lebih baik. Selain itu diriwayatkan bahwa bulan-bulan sebelum ramadhan yakni bulan rajab dan bulan sya’ban yakni bulan menanam dan menyiram sementara bulan ramadhan yakni bulan memanen. Sehingga kita disarankan untuk memperbanyak amalan dikedua bulan tersebut.

Abu Bakar Al-Balkhi berkata: “Bulan Rajab yakni bulan menanam, bulan Sya’ban yakni bulan menyirami tumbuhan dan bulan bulan mulia yakni bulan memanen tanamanPerumpamaan bulan Rajab bagaikan angin, sedangkan perumpamaan Sya’ban bagaikan mendung dan perumpamaan bulan mulia bagaikan hujan. Barangsiapa yang tidak menanam di bulan Rajab dan tidak menyiram pada bulan Sya’ban, bagaimana dia akan memanen di bulan Ramadan.”

7. Memperbanyak ilmu agama

Menjelang bulan ramadhan luangkan waktu kita sejenak untuk menimba ilmu agama. Hal ini akan membantu kita untuk lebih memahami ibadah dan keutamaan bulan ramadhan dengan baik. Belajar agama sanggup dilakukan dimana saja dan kapan saja dan sanggup bersumber dari buku wacana islam maupun mendatangi kajian-kajian islam yang sering diadakan dalam masjid. Hal ini sebagaimana perintah Allah pada Surat Al Anbiya ayat 21 yang bunyinya

مَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلاَّ رِجَالاً نُّوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
Maka bertanyalah pada orang-orang yang berakal jikalau kalian tidak mengetahui.” (QS Al Anbiya : 21)

8. Menyelesaikan qadha puasa sebelumnya

Sebelum memasuki bulan ramadhan kita hendaknya menuntaskan semua hutang puasa dari ramadhan sebelumnya. Puasa yang ditinggalkan pada bulan ramadhan wajib diganti terkecuali bagi orang yang sudah lanjut usia boleh membayarkan fidyah. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist berikut :
Dari Abu Salamah, dia berkata, saya mendengar ‘Aisyah radhiallahu ’anha berkata: “Aku mempunyai kewajiban berpuasa dari bulan bulan mulia lalu, dan saya gres sanggup mengqadanya pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari Muslim)

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Dari keseriusan ia (mengqadha) pada bulan Sya’ban disimpulkan bahwa hal itu memperlihatkan tidak diperkenankan mengakhirkan qadha hingga memasuki bulan bulan mulia berikutnya.” (Fathul Bari, 4/19)

9. Merasa Gembira

Sebagai umat islam selayaknya kita menyambut ramadhan dengan perasaan besar hati dan senang karena bulan ramadhan mempunyai banyak keutamaan. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Yunus ayat 58 yang bunyinya

“Katakanlah, ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu yakni lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)

10. Mensucikan diri

Sebelum ramadhan tiba hendaknya kita menyucikan hati, pikiran, perbutana dan jikalau perlu lingkungan kita karena bulan ramadhan sangat istimewa dan kita menyambut datangnya bulan tersebut menyerupai kita menyambut tamu penting.

11. Perbanyak berzikir

Keutamaan zikir kepada Allah SWT perlu diketahui biar kita sanggup senantiasa berzikir kepada Allah dan memohon ampun serta rahmat darinya. Menjelang bulan ramadhan perbanyaklah zikir kepada Allah SWt biar hati dan pikiran kita terjaga dari segala kotoran.

12. Pelajari Fiqih seputar shaum Ramadhan

Iya, ini merupakan sebuah keniscayaan. Tidak sanggup tidak, Anda harus kaji tsaqafah-tsaqafah Islam terkait bulan Ramadhan. Termasuk, fiqih shaum. Ini merupakan sebuah prioritas depan.

Nah, kebetulan, sebelumnya saya telah menerbitkan artikel “23 Hukum Seputar Puasa yang Wajib Anda Ketahui“. Silahkan sanggup Anda baca terlebih dahulu, atau nanti.

Setidaknya, 23 poin itu sanggup menjadi bekal dasar kita untuk menjalani bulan Ramadhan. Tentunya, lebih baik lagi kalau Anda kaji lebih jauh lagi.

13. Pelajari fadhilah-fadhilah di bulan Ramadhan

Kewajiban kita memang banyak, namun insyaAllah itu semua sanggup kita usahakan biar tertunaikan. Nah, selain untuk perihal wajib itu, ada baiknya waktu kita juga kita gunakan untuk lebih melakoni perihal sunnah.

Maka, biar lebih semangat, ada baiknya kita kaji atau kita ingat-ingat lagi apa saja keutaman-keutaman di bulan Ramadhan ini. Semoga, dengan begitu sanggup semakin menambah semangat kita beramal.

Yang fardhu memang sudah sepatutnya kita kerjain baik dikala Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Nggak usah ditanya. Begitu pula yang sunnah, pun memang sepatutnya kita kerjain baik dikala Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Nah, namun, mumpung di Ramadhan ini “reward” dari amalan sunnah tersebut lebih lebih, maka ada baiknya kita lebih getol mengerjakannya.

14. Segera meng-qadha’ kewajiban puasa Ramadhan sebelumnya yang belum Anda tunaikan

Bagi Anda yang tahun kemudian ada bolong puasanya, tidak full sebulan Ramadhan; maka tentunya wajib meng-qadha’-nya. Dan yang namanya kewajiban itu tak boleh ditunda-tunda, harus disegerakan. Mumpung masih bulan Sya’ban. Kalau ada orang yang nunda-nunda tanpa udzur syar’i, dia berdosa.

Ingat  hadits dari A`isyah RA, bahwa dia berkata,”Aku tidaklah meng-qadha` sesuatu pun dari apa yang wajib atasku dari bulan Ramadhan, kecuali di bulan Sya’ban hingga wafatnya Rasulullah SAW.” [HR. At-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan Ahmad, hadits sahih). (Terdapat hadits-hadits yang semakna dalam lafazh-lafazh lain sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. Lihat Imam Syaukani, Nailul Authar, hal. 871-872, hadits no. 1699].

15. Jaga kesehatan fisik

Yah, karena justru dikala Ramadhan ini kita akan makin getol berinfak sholeh, maka kesehatan fisik juga perlu dipersiapkan.

Berhati-hatilah dengan al-haal kondisi yang biasanya bikin Anda jadi sakit. Barangkali dari kini Anda sanggup berikhtiar mencegahnya dengan cara istirahat yang cukup, senantiasa konsumsi buah dan sayur; dan sebagainya

16. Cek persiapan harta lebih untuk berinfaq lebih

Selain kita butuh tenaga, tentu kita juga perlu harta lebih, untuk berinfak sholeh lebih.

17. Lebih ketatkan penjagaan diri dari dosa besar maupun kecil

Menjelang bulan Ramadhan, biasanya mulai semakin terkenal hadits dari Abu Hurairah RA berikut ini.

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan, maka akan diampuni semua dosa-dosanya yang telah lampau.” [Terdapat pada riwayat shahih dalam dua kitab shahih; Shahih Bukhori, no. 2014, dan shahih Muslim, no. 760, dari ]

Sebetulnya bagus, kalau pada melek dengan hadits ini. Namun, jangan hingga salah paham. Sayangnya ada sebagian oknum yang salah paham, malah jadi suka-sukanya mengerjakan dosa kecil maupun dosa besar, karena ia merasa bahwa toh nanti itu semua sanggup diampuni. Dirinya sanggup menjadi ‘putih bersih’ lagi. Mulai dari nol katanya.

Barangkali dia lupa dengan kaidah syara’, “Makna umum tetap dalam keumumannya, selama tidak ada dalil yang mengkhususkannya”.

Faktanya, ternyata ada dalil lain yang mengkhususkan dalil sebelumnya tersebut.

أتدرون ما المفلس؟ قالوا: المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع. فقال: إن المفلس من أمتي يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة، ويأتي قد شتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وسفك دم هذا وضرب هذا، فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته. فإن فنيت حسناته قبل أن يقضى ما عليه، أخذ من خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح في النار
“Tahukah kalian siapa orang yang pailit (bangkrut)? Para sahabat menjawab: “Orang yang gulung tikar berdasarkan kami yakni orang yang tidak mempunyai uang dan harta.” Nabi berkata: “Sesungguhnya orang yang gulung tikar di umatku yakni orang yang tiba pada hari simpulan zaman dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat; akan tetapi dia tiba (dengan membawa dosa) telah mencaci si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si itu; maka si ini (orang yang terzhalimi) akan diberikan (pahala) kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman), dan si ini (orang yang terzhalimi lainnya) akan diberikan kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman). Jika kebaikannya telah habis sebelum dituntaskan dosanya, maka (dosa) kesalahan mereka diambil kemudian dilemparkan kepadanya kemudian dia dilemparkan ke dalam Neraka.” [HR.  Muslim]

Maka, belum tentu dengan puasa Ramadhan, beneran semua dosa-dosa kita terampuni semuanya. Dari nol pulak itu..

Jadi, puasa Ramadhan itu sanggup menghapuskan dosa-dosa kecil, dengan syarat dosa-dosa besar ditinggalkan.

Dosa-dosa besar, yaitu perbuatan yang diancam dengan eksekusi di dunia dan siksaan di akhirat. Misalnya: zina, mencuri, minum arak, tetapkan kekerabatan kekeluargaan, transaksi ribawi, risywah (suap), tetapkan masalah dengan selain aturan Allah.

18. Mencari hilal

Berkenaan dengan sabab (sebab dilaksanakannya suatu hukum) puasa Ramadhan, syara’ menjelaskan bahwa ru’yah al-hilâl merupakan sabab dimulai dan diakhirinya puasa Ramadhan. Apabila bulan tidak sanggup diru’yah, maka puasa dilakukan sehabis istikmâl bulan Sya’ban.

Ketetapan ini didasarkan banyak dalil. Salah satu di antaranya yakni Hadits-hadits berikut:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ

Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah kalian karena melihatnya (hilal). Apabila pandangan kalian tersamar (terhalang), maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. [HR. Bukhari]

Berdasarkan Hadits-hadits tersebut, para fuqaha berkesimpulan bahwa penetapan awal dan simpulan Ramadhan didasarkan kepada ru’yah al-hilâl. Imam al-Nawawi menyatakan, “Tidak wajib berpuasa Ramadhan kecuali dengan melihat hilal. Apabila mereka tertutup mendung, maka mereka wajib menyempurnakan Sya’ban (menjadi tiga puluh hari), kemudian mereka berpuasa. [al-Nawawi, al-Majmû’Syarh al-Muhadzdzab,6/269]

19. Persiapan Ruhiyah (Keimanan)

Rasulullah saw, mengajarkan kepada kita wacana sebuah do’a menjelang Ramadhan, yaitu:  (ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan usia kami di bulan Ramadhan).

Persiapan secara keimanan berupa pengendalian diri semenjak kini untuk tidak melaksanakan maksiat, menyerupai menjaga pandangan dan lain-lain. Semoga dengan kebiasaan untuk menahan diri pada bulan Sya’ban, akan memudahkan kita menahan diri di bulan Ramadhan sehingga ibadah shaumnya jadi sempurna.

20. Persiapan Jasadiyah (Jasmani)

Ramadhan yakni bulan ketika kita melaksanakan kebaikan maka kita akan mendapat pahala yang berlipat, ibadah sunnah akan mendapat pahala wajib dan pahala ibadah wajib berlipat-lipat, sangat disayangkan ketika tiba bulan Ramadhan dan kita dalam kondisi sakit, maka kita tidak sanggup mendapat kesempatan untuk mendapat pahala yang berlipat. Persiapan fisik sanggup dilakukan dengan cara berolah raga secara rutin serta sudah membiasakan diri dengan shaum sunnah.

21. Persiapan Tsaqafiyah (Keilmuan)

Rasulullah saw, bersabda:”Barangsiapa yang melaksanakan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama/contoh) kami, maka ibadah tersebut tertolak” (HR. Muslim).

Memahami tata cara ibadah yang benar, membawa kita meraih pahala, karena apabila suatu aktifitas ibadah tidak ditunjang dengan pengetahuan yang baik, maka ibadahnya akan tertolak atau tidak mendapat pahala sama sekali. Persiapan ilmu ini sanggup didapat dengan cara membaca atau menghadiri majelis taklim yang membahas wacana Ramadhan/Shaum.

22. Persiapan Maaliyah (harta)

Persiapan harta yang dimaksud bukanlah persiapan harta untuk buka puasa, tetapi yakni untuk sedekah, karena sedekah di bulan Ramadhan akan mendapat ganjaran yang berlipat-lipat.

23. Persiapan Diri

Persiapan diri ini mencakup persiapan fisik dan mental. Agar Anda tidak kaget dengan ritme kegiatan selama bulan puasa yang pastinya berubah dari biasanya, sebelum bulan puasa persiapkan dengan sebaik-baiknya. Beberapa langkah yang sanggup Anda lakukan dalam persiapan ini antara lain:

  1. Biasakan untuk tidur tidak larut dan berdiri maksimal satu jam sebelum Subuh sehingga dikala puasa tiba, Anda sudah terbiasa berdiri untuk makan sahur.
  2. Biasakan untuk shalat berjamaah di masjid, termasuk shalat Subuh. Dengan begitu, selama Ramadhan, kebiasaan shalat berjamaah sudah terbentuk.
  3. Biasakan untuk puasa Senin Kamis. Dengan membiasakan diri berpuasa Senin Kamis, perut Anda tidak akan kaget dikala harus berpuasa selama satu bulan penuh.
  4. Biasakan untuk membaca al-Qur’an di beberapa waktu senggang, terutama sehabis shalat Subuh dan Maghrib. Kebiasaan menyerupai ini akan terbawa hingga bulan Ramadhan nanti.
  5. Biasakan untuk mendengarkan tilawah atau musik-musik rohani.
  6. Biasakan untuk selalu bershalawat dan beristighfar.

24. Persiapan Harta

Kebutuhan selama bulan Puasa pasti akan meningkat. Oleh karena itu, persiapkan harta Anda sedini mungkin. Beberapa kebutuhan yang biasanya akan Anda keluarkan antara lain, sajian sahur maupun buka, pengeluaran zakat, acara-acara buka bersama, mengirim bingkisan lebaran, membeli baju lebaran, dan mudik. Mempersiapkan harta sedini mungkin akan meringankan beban Anda dikala tiba waktunya dikeluarkan. Dalam hal ini, menabung yakni salah satu solusinya.

25. Persiapan Rumah

Selain fisik dan harta, rumah dan segala perlengkapannya juga perlu Anda persiapkan. Agar ibadah Anda semakin khusyuk serta lingkungan rumah menjadi segar dan sehat, bersihkan seluruh rumah. Ajaklah semua anggota keluarga untuk membersihkan rumah, mulai dari dapur, ruang tamu, ruang keluarga, bahkan hingga halaman rumah. Jika memang dibutuhkan dan mempunyai cukup anggaran, cat ulang rumah untuk menawarkan kesan segar dan baru.

26. Persiapan Menu Makanan

Menu kuliner memang menjadi kebutuhan pokok yang tidak sanggup dihilangkan, termasuk dikala puasa. Justru pada bulan puasa, kebutuhan kuliner yang sehat sangat dibutuhkan untuk menjaga stamina tubuh. Oleh karena itu, memasak sendiri sajian makan sahur dan buka sangat disarankan. Persiapkan semua bahan-bahan untuk sajian tersebut dan masukkan dalam lemari es sehingga sanggup dipakai dalam waktu lama. Dengan cara ini, selain Anda sanggup menentukan kuliner yang menyehatkan untuk keluarga dan Anda juga sanggup menghemat pengeluaran untuk makanan.

27. Persiapan untuk Anak

Hal yang paling dihentikan Anda tinggalkan yakni menyiapkan bawah umur untuk sanggup berlatih puasa. Ini memang merupakan kiprah paling berat bagi orang tua. Namun, kiprah tersebut harus dilakukan untuk mempersiapkan masa depan mereka. Sebagai permulaan, beri pengertian wacana pentingnya berpuasa. Kemudian, biasakan mereka dengan beberapa acara selama berpuasa menyerupai pada poin pertama. Dorong mereka untuk menjalankan puasa dengan menyenangkan. Sebagai langkah awal, puasa setengah hari masih diperbolehkan. Selanjutnya, beri semangat untuk berpuasa penuh. Jika perlu, tunjangan hadiah sanggup dijadikan alternatif untuk memompa semangat mereka berpuasa.

Itulah beberapa tips yang sanggup Anda lakukan. Persiapkan sebaik mungkin keluarga untuk menyambut bulan Ramadhan. Jadikan bulan tersebut menjadi ladang pahala bagi Anda sekeluarga dengan segala persiapan menyambut bulan Ramadhan.

Sumber : uangteman.com, teknikhidup.com, wahdah.or.id, facebook.com

Pencarian yang sama

  • persiapan ramadhan 2019
  • persiapan ramadhan rumaysho
  • persiapan ramadhan di bulan sya ban
  • persiapan menyambut ramadhan berdasarkan sunnah
  • persiapan menghadapi ramadhan
  • kultum persiapan ramadhan
  • amalan menjelang ramadhan
  • persiapan muslimah menyambut ramadhan
Loading...
loading...
close